Pendidikan

Penghapusan IPA, IPS di SMA, Siswa Dapat Eksplorasi Minat Tanpa Terbatas pada Jurusan? Ini Urgensinya

Oleh: Chellsa Sevia C Sabtu 20 Jul 2024, 10:22 WIB
Perubahan signifikan dalam Kurikulum Merdeka adalah penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA.

AYOJAKARTA.COM -- Penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA menjadi persoalan serius yang terus dibahas.

Berikut terdapat informasi data terkait urgensi penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA.

Kurikulum Merdeka, yang diterapkan sejak 2021, menawarkan pendekatan pendidikan yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA Mulai 2024: Infrastruktur dan Kesiapan Guru Jadi Sorotan Utama

Kurikulum Merdeka lebih fokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Tujuan utamanya adalah membuat basis pengetahuan siswa lebih relevan untuk rencana studi lanjutan dan karir mereka.

Menurut Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSK) Kemendikbud Ristek, kurikulum ini sudah diterapkan secara bertahap sejak tahun 2021.

Baca Juga: Dede Yusuf Sebut Penghapusan Jurusan SMA Jadi Sebuah Masalah dan Terkesan Memaksa, Ini Alasannya

Pada tahun ajaran 2022, sekitar 50 persen satuan pendidikan telah mengadopsi Kurikulum Merdeka.

Pada tahun ajaran 2024, tingkat penerapan kurikulum ini telah mencapai 90-95 persen untuk SD, SMA, dan SMK.

Perubahan signifikan dalam Kurikulum Merdeka adalah penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA.

Baca Juga: Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA Mulai Dilakukan Secara Bertahap, Ini Dampaknya untuk Guru

Dengan kurikulum ini, siswa di kelas 11 dan 12 dapat memilih mata pelajaran secara lebih fleksibel sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, serta aspirasi studi lanjut atau karir mereka.

Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan pengkotak-kotakan yang selama ini membatasi pilihan siswa.

Sebelumnya, banyak siswa memilih jurusan IPA bukan karena minat, tetapi karena dianggap memiliki peluang lebih baik dalam melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau karir internasional.

Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk melakukan eksplorasi dan refleksi mendalam terhadap minat dan bakat mereka.

Dengan menghapus pembagian jurusan, siswa memiliki kesempatan untuk mengambil mata pelajaran pilihan yang lebih sesuai dengan rencana masa depan mereka.

Baca Juga: Ini Alasan Kemendikbud Ristek Terapkan Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA

Ini diharapkan dapat membuka ruang bagi siswa untuk berkarya dan berkarir lebih luas, tanpa terikat pada batasan jurusan yang telah ada sebelumnya.

Dengan penerapan Kurikulum Merdeka, diharapkan sistem pendidikan Indonesia akan lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.***

Reporter Chellsa Sevia C
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil