AYOJAKARTA.COM -- Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 telah resmi dibuka sebagai bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua.
Dalam sambutan pembukaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan peran strategis guru tidak hanya sebagai pendidik di kelas tetapi juga sebagai pembimbing, pemandu, dan mentor bagi murid-muridnya.
"Guru adalah agen pembelajaran yang memiliki tugas pokok tidak hanya mereka sebagai pendidik yang melakukan kegiatan pengajaran di kelas tapi juga menjadi pembimbing, menjadi pemandu dan juga menjadi mentor bagi para muridnya," ungkap Abdul Mu'ti.
Baca Juga: Kapan Pencairan PKH dan BPNT Tahap Kedua 2025? Ini Informasi Resmi per 15 Mei
Program PPG menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas guru melalui pengembangan empat kompetensi dasar keguruan: pedagogik, akademik, sosial, dan moral, serta kompetensi leadership yang dianggap penting.
Penyelenggaraan PPG ini merupakan prasyarat bagi guru untuk mendapatkan sertifikasi, baik untuk guru dalam jabatan maupun prajabatan, yang nantinya berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan mereka.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah baru saja meluncurkan kebijakan inovatif yang memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan diri.
"Kami sudah menerbitkan kebijakan di mana guru-guru itu memiliki satu hari untuk mereka belajar dan satu hari itu adalah hari di mana guru tidak perlu mengajar di kelas walaupun mereka tentu tetap harus memenuhi ketentuan-ketentuan administrasi yang berkaitan dengan statusnya sebagai pegawai dan statusnya sebagai guru," jelas Abdul Mu'ti.
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap tantangan era digital dan era eksponensial yang dihadapi guru, di mana perubahan teknologi dan tata nilai masyarakat berlangsung sangat cepat.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti juga menyoroti bahwa dalam situasi di mana anak-anak dan murid-murid terus berubah cara berpikir, berperilaku, dan memandang kehidupan.
Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran tetapi juga memahami bagaimana mendampingi murid-murid mereka agar tumbuh menjadi generasi emas Indonesia 2045.
Program PPG diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Baca Juga: Terobosan Baru Haji 2025: Bukan Kloter, Layanan Jemaah di Makkah Berbasis Syarikah, Seperti Apa?
"PPG ini bukan program formalitas hanya untuk memenuhi persyaratan agar guru dapat memperoleh sertifikasi sebagai persyaratan untuk mereka menjadi guru profesional. PPG ini hendaknya kita manfaatkan sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi, menjadi lebih profesional lagi dalam rangka meningkatkan komitmen dan dedikasi kita sebagai para pendidik," tegas Menteri Abdul Mu'ti.
Di akhir sambutan, dia menyampaikan terima kasih kepada Dirjen GTK (Guru Tenaga Kependidikan) beserta jajarannya, kepala dinas pemerintah daerah, para rektor LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini, serta mengucapkan selamat kepada seluruh peserta PPG tahun 2025 dengan harapan mereka dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya.***