Pendidikan

Apa Perbedaan Psikologi Soshum dan Saintek? Simak Konsentrasi, Mata Pelajaran, dan Daya Tampung untuk Keduanya

Oleh: Fitri Nurjanah Sabtu 13 Apr 2024, 14:43 WIB
Apa Perbedaan Psikologi Soshum dan Saintek? Simak Konsentrasi, Mata Pelajaran, dan Daya Tampung untuk Keduanya

AYOJAKARTA.COMJurusan psikologi merupakan jurusan tantang disiplin ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya mental, otak, dan perilaku manusia.

Program studi ini juga meneliti tentang alur pemikiran, alasan dibalik perilaku manusia, dan tindakan yang dilakukan oleh manusia.

Dengan begitu, ilmu ini banyak mencakup berbagai ilmu seperti sains, sosial hingga humaniora.

Di Indonesia sendiri ada beberapa kampus yang mengkhususkan jurusan psikologi untuk saintek dan soshum.

Baca Juga: Rismon Sianipar Yakin 100 Persen Jessica Wongso Tak Bersalah, Benarkah Ada Konspirasi Besar di Balik Kasus Kopi Sianida?

Lantas apa perbedaan antara psikologi soshum dan saintek?

Perbedaan Psikologi Soshum dan Saintek

Dikutip dari YouTube Ruangguru, Sabtu, 13 April 2024, berikut ini perbedaan antara program studi psikologi soshum dan saintek, di antaranya:

1. Konsentrasi

Pada psikologi soshum lebih menekankan pada pembelajaran pada mata pelajaran yang berhubungan dengan sosial dan humaniora.

Kendati demikian, psikologi soshum tetap mempelajari tentang ilmu-ilmu dasar tingkah laku manusia, seperti psikoanalisis, behaviorisme, psikologi kognitif, dan psikologi humanistik.

Sedangkan, psikologi saintek lebih menekankan pembelajaran pada psikologi yang lebih mendalam pada ilmu pengetahuan dan praktis.

Contohnya kepribadian manusia, emosi, perilaku, cara berpikir, serta mental seseorang yang dapat dilihat dari segi kesehatannya.

Baca Juga: Psikologi: Bagaimana Cara Memaafkan saat Kamu Tak Bisa Melupakan Orang yang Menyakitimu?

2. Mata Kuliah

Psikologi soshum dan saintek sama-sama mempelajari tentang mata kuliah sains. Akan tetapi, psikologi soshum cenderung lebih sedikit dalam mempelajari tentang ilmu sains.

Beberapa mata kuliah yang diajarkan dalam psikologi soshum adalah psikologi politik, psikologi keluarga, dan psikologi komunikasi dalam kerja.

Meskipun, psikologi saintek lebih banyak mempelajari tentang ilmu biologi dan kimia.

Namun, dalam program studi ini mahasiswa akan mempelajari juga tentang ilmu sosial dan humaniora.

Beberapa mata kuliah yang dipelajari dalam psikologi saintek adalah biopsychology, psikodiagnostika, dan psikologi klinis.

3. Penerapan Ilmu

Psikologi soshum lebih menekankan ilmu pembelajaran psikologi, untuk diaplikasikan langsung terhadap gejala sosial yang ada.

Hal ini berbeda dengan psikologi saintek yang lebih menekankan penerapan ilmu pada psikodiagnostik, dan eksperimen yang lebih dalam dibandingkan psikologi soshum.

Baca Juga: Puasa Syawal: Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan Simak Selengkapnya di Sini

4. Kampus Psikologi Soshum dan Saintek

Perguruan tinggi yang dapat dipilih untuk psikologi soshum di antaranya UI, UGM, UNDIP, UNAIR, UB, UNJ, UIN Jakarta, Universitas Negeri Makassar, UNUD, dan Universitas Sumatera Utara.

Sedangkan, perguruan tinggi yang menyediakan jurusan psikologi untuk saintek yaitu UNPAD, UNAND, UNSRI, UNS, dan UNHAS.

5. Daya Tampung Jurusan Psikologi

Baik psikologi soshum maupun saintek keduanya memiliki persaingan dan daya tampung yang cukup ketat.

Rata-rata penerimaan mahasiswa untuk program studi psikologi soshum di berbagai kampus adalah 73. Namun, rata-rata peminat untuk psikologi soshum adalah 1.652.

Sedangkan, rata-rata penerimaan mahasiswa untuk prodi psikologi saintek di PTN adalah 57, dan rata-rata peminat untuk psikologi saintek adalah 1.061.

Itu dia lima perbedaan jurusan psikologi soshum dan saintek yang perlu kamu ketahui.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Jinan Vania Barizky