AYOJAKARTA.COM – Kasus kopi sianida yang menyeret Jessica Wongso masih menyimpan tanda tanya.
Apalagi setelah sempat viral berapa waktu belakangan ini membuat publik semakin bingung dengan kebenaran di balik kasus kopi sianida.
Meskipun sempat viral beberapa bulan yang lalu, namun kasus kopi sianida yang diklaim akan diajukan peninjauan kembali (PK) oleh pihak pengacara Jessica Wongso ini kembali meredup.
Kendati demikian, tidak berlaku untuk Rismon Sianipar yang tidak lain merupakan Pakar Digital Forensik dan Komputer Vision dan pernah dihadirkan sebagai saksi ahli digital forensik oleh pengacara Jessica Wongso.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, ia selalu menyuarakan kejanggalan di balik kasus kopi sianida yang memuat Jessica Wongso dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Rismon Sianipar mengatakan bahwa dirinya memiliki total 37 bukti adanya dugaan rekayasa CCTV di Kafe Olivier yang dijadikan sebagai alat bukti utama.
Adanya dugaan rekayasa CCTV tersebut, menurutnya secara tidak langsung membuktikan bahwa Jessica Wongso tidak bersalah.
Bahkan dirinya sangat yakin 100 persen bahwa Jessica Wongso tidak bersalah dan menjadi korban dari mafia hukum di Indonesia.
Baca Juga: Puasa Syawal: Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan Simak Selengkapnya di Sini
Rismon Sianipar menilai bahwa da konspirasi besar di balik kasus kopi sianida dan dirinya selalu yakin bahwa Jessica Wongso bukanlah pelaku pembunuh Wayan Mirna Salihin.
Menurutnya jika Jessica Wongso benar-benar bersalah, maka sejumlah oknum tidak perlu repot-repot merekayasa rekaman CCTV Kafe Olivier yang dijadikan sebagai alat bukti utama.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, Rismon Sianipar menemukan bukti adanya rekayasa video CCTV yang dilakukan oleh sejumlah oknum dengan cara downscaling.
“Siapa yang menaruh sianida dalam gelas, yang pasti bukan Jessica. Kalau itu Jessica nggak mungkin kalian perlu rekayasa itu,” ujarnya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Sabtu (13/4/2024).
Dikatakan bahwa sejumlah oknum sengaja menurunkan resolusi frame dari 1920 x 1080 piksel menjadi 960 x 576 piksel dan menurunkan laju frame dari 25 frame per detik menjadi 10 frame per detik.
Atas dasar pembuktian secara ilmiah ini, Rismon Sianipar tidak percaya jika Jessica Wongso yang menaruh racun sianida ke gelas mirna.
Karena menurutnya tidak ada pergerakan-pergerakan Jessica Wongso sebagaimana yang dituduhkan dalam sidang tahun 2016 silam.
Ia pun menduga jika orang lain bisa saja menaruh sianida ke gelas kopi Mirna Salihin, termasuk setelah kejadian tersebut..
Maka dari itu Rismon Sianipar mencurigai adanya konspirasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum untuk merekayasa CCTV.
Sehingga melimpahkan semua kejahatan kepada Jessica Wongso, seolah-olah menaruh racun sianida ke gelas kopi Mirna Salihin.
Rismon Sianipar meminta agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo membuka kembali kasus Jessica Wongso dan turut memeriksa keterlibatan sejumlah oknum kepolisian.
“Kapori kalau anda memilah kepada rakyat bukan memihak pada penipu perekayasa ya tegakkan hukum setegak-tegaknya,” kata dia.
“Periksa Krishna Murti, siapa yang memerintah dia untuk memerintah Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto untuk memanipulasi, merusak barang bukti digital,” imbuhnya.***

Share this article
Rismon Sianipar mengatakan bahwa dirinya memiliki total 37 bukti adanya dugaan rekayasa CCTV di Kafe Olivier yang dijadikan alat bukti