Sehat

VAKSIN COVID-19: Ini Syarat Untuk Bisa Vaksinasi

Oleh: Admin Selasa 27 Okt 2020, 12:49 WIB
ilustrasi vaksinasi anti corona/ EPA

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Saat ini, dunia sedang disibukkan untuk melakukan penelitian dan uji klinis dari vaksin anti Covid-19. Namun, banyak informasi yang kurang tepat beredar di tengah masyarakat terkait vaksin anti Covid-19.

Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Menteng Mitra Afia, Dirga Sakti Rambe menjelaskan, ada berbagai informasi yang kurang tepat mengenai vaksin. Perlu diketahui bahwa ada persepsi yang keliru seakan-akan vaksin digunakan untuk mengobati seseorang.

Menurut Dirga, persepsi tersebut tidak tepat. Dia mengatakan, vaksin diberikan kepada orang yang sehat agar yang bersangkutan dapat dicegah dari penyakit-penyakit berbahaya.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Begini 5 Tahap Pembuatannya Sebelum Sampai Produksi Massal

“Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada orang yang sehat,” jelasnya dalam akun YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/10/2020).

Lantas, apa syarat yang harus dipenuhi dari seseorang untuk dapat vaksinasi? Dirga membeberkan, syarat pertama yaitu seseorang tersebut dalam keadaan sehat.

“Sehat disini secara umum, artinya tidak demam tinggi atau tidak sedang sakit berat,” kata dia.

AYO BACA : Relawan Vaksin AstraZeneca Meninggal: Vaksin Bisa Jadi Obat atau Racun. Simak Penjelasannya!

Syarat kedua, tidak ada riwayat alergi terhadap suatu vaksin yang sifatnya spesifik. Contohnya, seseorang pernah mengalami alergi setelah vaksinasi hepatitis B. Artinya, di masa depan, seseorang tersebut tidak boleh lagi menerima vaksin hepatitis B.

Selain itu, Dirga juga menjelaskan tentang durasi perlindungan dari suatu vaksin. Dia mengatakan, lamanya durasi perlindungan tubuh setelah vaksin bisa berbeda-beda, tergantung dari karakteristik masing-masing vaksin dan tergantung dari virus atau bakteri.

“Oleh karena itu, ada vaksin yang cukup diberikan sekali seumur hidup, ada yang perlu diulang setiap sepuluh tahun, ada vaksin yang diulang satu tahun seperti influenza. Setiap vaksin sudah memiliki aturan masing-masing yang perlu kita ikuti supaya kita memiliki proteksi terhadap suatu penyakit,” jelas Dirga.

Dia menegaskan bahwa vaksinasi bukan merupakan urusan pribadi semata, namun merupakan tanggungjawab sosial. Hal ini karena, pada sekelompok masyarakat yang cangkupan vaksinasinya rendah, maka saat ada penyakit infeksi, penularannya menjadi cepat, begitu sebaliknya.

“Oleh karena itu, vaksinasi diri sendiri sebetulnya bukan hanya untuk melindungi diri kita, tapi juga orang sekitar,” pungkasnya. 

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Alami Demam Setelah Vaksinasi Dianggap Wajar. Cek Faktanya Disini!

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati