Sehat

Mengenal Infeksi Saluran Kemih, Penyakit yang Sempat Diderita Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia

Oleh: Katarina Erlita Sabtu 24 Jan 2026, 10:39 WIB
Potret kenangan Lula Lahfah dan Reza Arap (Sumber: Instagram.com/@lulalahfah)

AYOJAKARTA.COM - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Selebgram dan content creator ternama, Lula Lahfah, dikabarkan meninggal dunia pada usia 26 tahun, Jumat, 23 Januari 2026.

Kepergian kekasih musisi Reza Arap ini mengejutkan publik, terlebih karena sebelumnya Lula sempat terbuka mengenai kondisi kesehatannya di media sosial.

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap penyebab pasti meninggalnya Lula Lahfah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa proses medis masih diperlukan untuk memastikan penyebab kematian dan menghindari spekulasi.

Lula ditemukan tak bernyawa di unit Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, setelah petugas keamanan menerima laporan dari asisten rumah tangganya yang khawatir karena pintu tidak dibuka.

Sebelum meninggal dunia, Lula diketahui sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sekitar satu minggu pada awal Januari 2026.

Melalui unggahan TikTok, Lula mengungkap bahwa dirinya mengalami beberapa penyakit sekaligus, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).

“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula saat menjawab pertanyaan warganet.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih adalah kondisi ketika bakteri, umumnya berasal dari saluran pencernaan, masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.

Dalam kondisi normal, urine mampu membantu mengeluarkan bakteri dari tubuh.

Namun, ketika daya tahan tubuh melemah atau asupan cairan kurang, risiko ISK meningkat.

Lula sendiri mengaku memiliki riwayat ISK akibat kebiasaan kurang minum air putih.

Gejala Umum Infeksi Saluran Kemih

Dilansir dari laman nhs.uk yang merupakan situs web kesehatan resmi terbesar di Inggris yang dikelola oleh National Health Service (NHS) England, Gejala ISK dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, di antaranya:

  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Urine keruh, gelap, atau berdarah
  • Nyeri perut bagian bawah atau punggung
  • Demam, menggigil, tubuh lemas

Jika infeksi menyebar ke ginjal, kondisi ini dapat berbahaya dan memicu komplikasi serius.

Penanganan dan Pencegahan ISK

Penanganan infeksi saluran kemih biasanya melibatkan pemeriksaan urine dan pemberian antibiotik sesuai rekomendasi tenaga medis.

Selain itu, istirahat cukup dan konsumsi cairan yang memadai sangat dianjurkan.

Untuk mencegah ISK, masyarakat disarankan tidak menahan buang air kecil, menjaga kebersihan area genital, serta rutin minum air putih.

Kasus yang dialami Lula Lahfah menjadi pengingat penting bahwa infeksi saluran kemih bukan penyakit sepele.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita