AYOJAKARTA.COM - Memasuki musim hujan, pemilik kucing dan anjing perlu lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang sering menyerang hewan kesayangan.
Kondisi lingkungan yang lembap, suhu dingin, serta kandang yang jarang terkena matahari dapat memicu berkembangnya jamur, bakteri, virus, maupun parasit.
Kombinasi ini membuat daya tahan tubuh anabul menurun sehingga lebih rentan terserang penyakit musiman.
1. Dermatofitosis (Jamur Kulit)
Dermatofitosis adalah infeksi jamur menular pada kulit dan bulu kucing maupun anjing.
Jamur dari genus Microsporum dan Trichophyton biasanya berkembang pada kondisi basah dan lembap.
Gejala yang sering muncul meliputi bulu rontok berbentuk lingkaran, kulit kemerahan dan bersisik, gatal, hingga luka pada kulit.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, mengeringkan bulu setelah mandi atau kehujanan, serta memeriksakan anabul jika muncul gejala awal.
2. Parvovirus pada Anjing
Canine Parvovirus merupakan penyakit infeksius berbahaya yang memicu muntah hebat, diare berdarah, demam, dan penurunan tenaga.
Penyakit ini sangat menular dan banyak muncul pada lingkungan yang tidak higienis.
Vaksinasi lengkap, isolasi anjing sakit, dan sanitasi kandang merupakan langkah perlindungan utama.
3. Parvovirus pada Kucing (Panleukopenia)
Pada kucing, parvovirus dapat menyebabkan muntah, diare berdarah, demam tinggi, dehidrasi, serta penurunan nafsu makan. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi rutin dan menjaga kebersihan lingkungan.
4. Distemper pada Anjing
Virus distemper dapat memengaruhi sistem pernapasan, pencernaan, hingga saraf.
Gejalanya berupa demam, batuk, pilek, muntah, diare, dan kejang. Vaksinasi tepat waktu dan disinfeksi kandang dapat membantu mengurangi penyebaran.
5. Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang sering muncul saat musim hujan dan dapat menular ke manusia (zoonosis).
Penyebaran terjadi melalui tanah lembap atau genangan air yang tercemar urin tikus.
Pada anjing, penyakit ini menyebabkan demam, muntah, dan diare, sedangkan pada kucing gejalanya cenderung ringan.
Vaksinasi leptospirosis, kendali populasi tikus, dan menjaga anabul agar tidak bermain di genangan air menjadi langkah pencegahan penting.
6. Ektoparasit (Kutu dan Caplak)
Kutu dan caplak berkembang pesat di musim hujan dan berpotensi membawa penyakit darah seperti babesiosis dan anaplasmosis.
Pemilik perlu rutin memberikan anti-parasit, memandikan anabul, serta membersihkan lingkungan kandang.
7. Infeksi Saluran Pernapasan
Flu kucing, kennel cough, hingga infeksi virus herpes atau calicivirus meningkat saat cuaca lembap. Gejala umumnya berupa bersin, batuk, pilek, mata berair, dan demam.
Jika anabul menunjukkan tanda-tanda sakit, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Pencegahan melalui vaksinasi, nutrisi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, dan isolasi hewan sakit adalah kunci menghadapi musim hujan.

Share this article
Musim hujan meningkatkan risiko penyakit pada kucing dan anjing, seperti jamur kulit, parvovirus, distemper, leptospirosis, ektoparasit, dan flu. Kebersihan, vaksinasi, dan pemeriksaan dini.