AYOJAKARTA.COM - Menteri Kesehatan (Meskes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal pasien virus super flu di Bandung yang dikabarkan meninggal dunia.
Super flu sendiri merupakan virus influenza A H3N2 subclade K.
Diketahui, pasien super flu ini meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, jawa Barat.
Sebelumnya, Budi mengatakan bahwa super flu ini tidak mematikan seperti era Covid 19.
Baca Juga: Inilah Perbedaan KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta yang Harus Kamu Tahu
Menanggapi kabar ini, Budi mengatakan bahwa pasien super flu yang meninggal itu tidak disebabkan secara langsung terinfeksi virus influenza.
Pasien tersebut meninggal karena dipicu dengan penyakit penyerta atau komorbid yang sudah rama diderita.
Budi menegaskan bahwa adanya virus dalam tubuh tidak selalu menjadi penyebab utama kematian seseorang.
Terlebih jika pasien memang sudah memiliki penyakit bawaan atau kondisi kesehatan kronis yang dapat memperberat dampak infeksi tersebut.
Baca Juga: 22 RT dan Lima Ruas Jalan di Jakbar dan Jakut Masih Terdampak Genangan, Tinggi Air 10-35 Cm
"Ya, ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu," ujar Budi.
Ia juga menjelasakan bahwa super flu ini bukanlah virus baru.
Virus ini sudah lama beredar di masyarakat dan berbeda dengan Covid 19.
Baca Juga: Penampakan Jalur Layang LRT di Atas Tol Wiyoto Wiyono yang Kini Sudah Tersambung 100 Persen
Budi pun mengatakan selama tubuh kita sehat, maka imun manusia pada umumnya bisa melawan virus tanpa adanya dampak yang fatal.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak panik atau menyamakan virus flu ini dengan situasi Covid 19.***
Share this article
Menkes Budi Gunadi Sadikin buka suara soal pasien super flu di Bandung yang dikabarkan meninggal dunia.