Sehat

Sering Haus dan Lemas Padahal Minum Air? Ternyata Ini Kesalahan Kecil yang Jarang Disadari

Oleh: Katarina Erlita Jumat 13 Feb 2026, 20:10 WIB
Ilustrasi Air Minum. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)

AYOJAKARTA.COM - Merasa cepat haus dan lemas di tengah aktivitas padat sering dianggap sepele.

Banyak orang mengira kondisi ini semata karena kurang minum, padahal penyebabnya bisa jauh lebih kompleks.

Kesalahan kecil dalam kebiasaan harian, terutama di lingkungan kerja, kerap menjadi pemicu utama tubuh kehilangan cairan secara perlahan tanpa disadari.

Pada dasarnya, rasa haus adalah sinyal alami tubuh saat kekurangan cairan.

Namun, ketika rasa haus muncul terus-menerus disertai lemas, sulit fokus, atau mudah pusing, itu bisa menandakan dehidrasi ringan.

Menariknya, dehidrasi tidak selalu ditandai dengan keringat berlebih. Kehilangan cairan sebesar 1–2 persen saja sudah cukup menurunkan energi, konsentrasi, bahkan suasana hati.

Salah satu kesalahan paling umum adalah memulai hari hanya dengan kopi. Setelah tidur 7–8 jam, tubuh berada dalam kondisi kekurangan cairan.

Dilansir dari laman Truworth Wellness, kafein bersifat diuretik ringan, sehingga jika dikonsumsi tanpa air putih terlebih dahulu, justru memperparah dehidrasi.

Kebiasaan lain yang sering terjadi adalah menunggu haus baru minum. Padahal, rasa haus merupakan sinyal terlambat saat muncul, tubuh sebenarnya sudah kekurangan cairan.

Lingkungan ber-AC juga sering “menipu” tubuh. Udara dingin dan kering membuat kita jarang berkeringat, tetapi kelembapan tubuh tetap berkurang.

Akibatnya, mata terasa kering, badan cepat lelah, dan fokus menurun. Kesalahan berikutnya adalah menganggap kopi dan teh sebagai pengganti air putih.

Meski mengandung cairan, konsumsi kafein berlebihan tanpa diimbangi air justru membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Pola makan pun berperan besar. Konsumsi makanan asin dan pedas dapat memicu rasa haus berlebih.

Ditambah lagi, banyak orang menghindari minum saat makan karena takut mengganggu pencernaan, padahal anggapan ini keliru.

Minum air dalam jumlah wajar saat makan justru membantu proses pencernaan, terutama bagi pekerja yang lebih banyak duduk.

Kesalahan lain yang jarang disadari adalah mencoba “balas dendam” minum banyak air di malam hari.

Cara ini tidak efektif dan justru bisa mengganggu kualitas tidur. Hidrasi yang ideal harus dilakukan secara konsisten sepanjang hari, bukan sekaligus.

Perlu diwaspadai, rasa haus berlebih juga bisa berkaitan dengan kondisi tertentu seperti kehamilan, efek obat diuretik, hingga gangguan kesehatan seperti diabetes.

Jika rasa haus dan lemas terjadi terus-menerus meski asupan cairan cukup, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Kesimpulannya, menjaga tubuh tetap segar bukan hanya soal minum banyak air, tetapi tentang kebiasaan yang tepat.

Minum secara teratur, perhatikan asupan makanan, kelola stres, dan dengarkan sinyal tubuh.

Kesalahan kecil yang diperbaiki hari ini bisa membuat energi dan fokusmu kembali optimal.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita