AYOJAKARTA.COM-- Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt. menjelaskan bahwa tantangan menjaga hidrasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah cairan yang dikonsumsi, tetapi juga keteraturan pola minum dalam keseharian.
Kondisi ini menjadi semakin penting selama periode puasa, ketika waktu konsumsi cairan lebih terbatas dan memerlukan perencanaan yang lebih terstruktur.
“Tubuh manusia memiliki mekanisme keseimbangan cairan yang sangat bergantung pada keteraturan asupan minum, bukan hanya jumlahnya," kata dr Cut Hafiah dalam kampanye 3–2–1 AQUVIVA di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.
Baca Juga: Edukasi dan Aksi Sosial, Siswa Sekolah Pribadi Bandung Belajar Ternak Kambing di Panti
Penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) menunjukkan bahwa 46,1% penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan, dengan proporsi yang lebih tinggi pada kelompok remaja (49,5%) dibandingkan dewasa (42,5%).
Bahkan, sebanyak 24,75% remaja di dataran tinggi dan 41,70% remaja di dataran rendah tercatat mengalami dehidrasi ringan, mengindikasikan bahwa persoalan hidrasi tidak semata berkaitan dengan tingkat pengetahuan, tetapi juga keteraturan pola minum dalam keseharian.
Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara pemahaman dan praktik hidrasi, terutama di tengah aktivitas yang padat dan gaya hidup modern.
Baca Juga: Bali Tuan Rumah KOMODO Global Round 2026, Ajang Matematika Internasional Bergengsi
"Ketika asupan cairan tidak merata sepanjang hari, tubuh bisa mengalami penurunan kenyamanan dan performa ringan, seperti cepat lelah atau menurunnya konsentrasi," jelasnya.
Pada periode puasa, lanjut dia, perencanaan hidrasi menjadi semakin penting. "Panduan sederhana seperti 3–2–1 membantu membentuk kebiasaan minum yang lebih terstruktur, sehingga keseimbangan cairan tubuh dapat terjaga dengan lebih optimal,” ujar dr. Cut Hafiah.
Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia, menjelaskan bahwa kampanye 3–2–1 merupakan bagian dari komitmen AQUVIVA dalam mendampingi masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup seimbang.
Baca Juga: Popok Tepat Turut Dukung Tumbuh Kembang Anak
“Melalui kampanye 3–2–1, AQUVIVA ingin menghadirkan panduan hidrasi yang sederhana, praktis, dan mudah diingat, yaitu 3 botol AQUVIVA 700 ml setara 2 liter air untuk 1 hari pasti sejuknya," ungkapnya.
Melalui pola hidrasi yang lebih teratur, AQUVIVA ingin memastikan masyarakat dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tetap nyaman dan merasakan kesejukan saat mengonsumsi air mineral AQUVIVA dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk selama menjalani ibadah puasa.
Peluncuran kampanye ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya konsistensi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan cairan harian.
Baca Juga: JAKTIRTA Project, Solusi Pengendalian Banjir Jakarta Berkelanjutan dengan 3 Fokus Utama, Apa Saja?
Sejumlah publikasi ilmiah yang dimuat dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa kebutuhan cairan harian orang dewasa umumnya berada di kisaran 2 hingga 2,5 liter per hari, namun pada praktiknya masih banyak individu yang belum memenuhinya secara konsisten dalam keseharian.
Tantangan pemenuhan kebutuhan cairan harian juga tercermin pada kondisi masyarakat di Indonesia.
Share this article
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt. menjelaskan bahwa tantangan menjaga hidrasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah cairan yang dikonsumsi