AYOJAKARTA.COM - Upaya pencegahan penyebaran penyakit campak terus dilakukan oleh tenaga kesehatan di berbagai wilayah Jakarta.
Salah satunya dilakukan oleh Puskesmas Duren Sawit yang menerapkan prosedur penanganan cepat ketika menemukan kasus suspek campak di masyarakat.
Melalui unggahan media sosial resmi mereka pada 12 Maret 2026, pihak puskesmas menjelaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara sistematis, mulai dari pemeriksaan pasien hingga penyelidikan epidemiologi untuk mencegah penularan lebih luas.
“Petugas kesehatan melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari penyelidikan epidemiologi, pemberian edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai tanda, gejala, serta pencegahan campak,” tulis akun Instagram @puskesmas_durensawit.
Selain itu, imunisasi juga diberikan sebagai bentuk perlindungan bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
Alur Penanganan Kasus Campak di Puskesmas
Penanganan awal biasanya dimulai ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala yang mengarah pada campak.
Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan serta menentukan apakah pasien termasuk suspek campak. Berikut tahapan penanganan yang dilakukan di Puskesmas Duren Sawit:
- Pasien datang ke puskesmas untuk pemeriksaan.
- Dokter melakukan anamnesa dan diagnosis awal sebagai suspek campak.
- Petugas melakukan penyelidikan epidemiologi.
- Pengambilan sampel penunjang bila diperlukan.
- Pasien diberikan terapi obat simtomatik serta vitamin A sesuai dosis.
Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka pasien dapat dirujuk ke rumah sakit.
Di rumah sakit, pasien akan dirawat sambil tetap dilakukan pelaporan kasus kepada petugas surveilans kesehatan untuk pemantauan.
Gejala dan Cara Penularan Campak
Campak merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan demam tinggi serta ruam merah pada kulit.
Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui percikan batuk atau bersin, kontak udara, maupun benda yang terkontaminasi virus. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
- Demam tinggi dan meriang
- Batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan
- Mata merah
- Muncul ruam merah pada kulit
- Tubuh terasa lemas
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, dehidrasi, hingga radang otak.
Pemerintah Kejar Cakupan Imunisasi 95 Persen
Untuk menekan penyebaran penyakit ini, Budi Gunadi Sadikin menargetkan cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Lebaran. Karena, satu orang campak bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang lain.
Program percepatan imunisasi dilakukan melalui puskesmas dan posyandu di berbagai daerah.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga berencana membuka layanan vaksin campak di posko mudik Lebaran untuk mengantisipasi risiko penularan saat mobilitas masyarakat meningkat.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak serta memastikan anak telah mendapatkan imunisasi MR atau MMR secara lengkap.
Upaya ini penting untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit yang berpotensi serius tersebut.***