Sehat

Begini Upaya Tenaga Kesehatan Tangani Pasien Terduga Virus Mpox Demi Cegah Penularan dan Kurangi Angka Kematian

Oleh: Karseno AJ Senin 09 Sep 2024, 18:49 WIB
Ilustrasi virus Monkeypox atau Mpox.

AYOJAKARTA.COM – Usai ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO, virus Monkeypox atau Mpox terus terus menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Selain karena proses penularannya yang relatif mudah, sejumlah wilayah di Indonesia juga tercatat mulai mengalami gejolak akibat peningkatan jumlah suspect penderita Mpox.

Memiliki sejumlah varian atau Clade, virus Mpox diketahui dapat menular melalui droplet atau percikan air liur serta kontak erat saat berhubungan intim.

Berbeda saat pertama kali ditemukan, virus Mpox yang saat ini membuat dunia waspada lebih berbahaya karena rentan menular atau menjangkit kepada sesama manusia.

Di samping memiliki potensi menular kepada orang dewasa, beberapa varian dari virus Mpox juga diketahui dapat menular kepada anak kecil.

Baca Juga: Viral! Virus Mpox Sudah Masuk ke Indonesia, Apakah Penyakit Ini Tidak Perlu Dianggap Serius oleh Masyarakat?

Dalam beberapa kasus, virus Mpox yang gejala umumnya sangat mudah terlihat pada permukaan kulit juga dapat menyebabkan kematian.

Pernyataan terkait potensi dan bahaya virus Mpox sebagai salah satu penyebab kematian disampaikan oleh dr. Robert Sinto, yang merupakan Spesialis Penyakit Dalam.

Menurut dr. Robert, penyebab kematian terbesar pada pasien yang disebabkan virus Mpox, umumnya terjadi karena menurunnya daya kekebalan tubuh.

Sehingga virus dapat masuk ke paru-paru, usus, jantung, serta mengganggu kinerja organ lain yang dapat mengakibatkan ketidak-sadaran diri hingga berujung pada kematian.

“Untuk yang varian kali ini, angka kematiannya memang lebih tinggi dengan varian yang ada di lalu, dan ini tentu menjadi perhatian kesehatan,” ungkap dr. Robert, dikutip dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne.

Baca Juga: WHO Tetapkan Mpox Darurat Kesehatan Global, Kemenkes Masih Kaji Soal Pemberian Vaksin Massal

Karena itu, dr. Robert menegaskan agar para pasien penderita virus Mpox perlu lebih berhati-hati agar tidak mengalami komplikasi.

Lebih lanjut, dr. Robert menambahkan sikap hati-hati dan kewaspadaan diri juga perlu ditanamkan oleh seluruh kalangan masyarakat sebagai bentuk tindakan pencegahan.

Agar dapat terhindar dari penyebaran virus Mpox, dr. Robert mengingatkan tentang pentingnya menjaga perilaku hidup bersih demi menjaga kesehatan.

Selain kedua hal tersebut, menjaga kesetiaan dengan pasangan juga merupakan sebuah bentuk tindakan pencegahan.

Sebagaimana telah menjadi pengetahuan di masyarakat, penyebaran dan penularan virus Mpok banyak dialami oleh kalangan khusus.

Baca Juga: Dianggap oleh Sebagian Masyarakat Sebagai Isyarat Keras dari Sang Pencipta, Benarkah Virus Mpox itu Penyakit Kelamin?

Namun demikian, dr. Robert mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak perlu dihantui oleh rasa ketakutan karena pemerintah sudah menyediakan obat sebagai penanganan.

Masyarakat yang mengalami kekhawatiran akan terdampak virus Mpox, dapat melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

“Nanti dokter akan mengambil bahan dari bintil cair untuk diperiksakan ke laboratorium sehingga kita tahu jelas ini Mpox atau tidak,” jelas dr. Robert.

Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala, maka tindak pencegahan dan pengobatan bisa langsung dilakukan.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana