Sehat

Serba-serbi Vaksin TBC: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Peringatkan Soal Efek Sampling, Begini...

Oleh: Karseno AJ Minggu 25 Mei 2025, 12:15 WIB
Salah satu kebijakan dari Kementerian Kesehatan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan adalah rencana melakukan uji coba vaksin TBC di Indonesia.

AYOJAKARTA.COM – Gangguan kesehatan akibat bakteri Tuberkulosis atau TBC, masih menjadi salah satu problem bagi para Ahli Kesehatan di Indonesia.

Sama-sama disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis, respon tubuh dari kondisi kesehatan penderita TBC dapat berbeda-beda.

Karena itu selain jenis Aktif, gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri Tuberkulosis juga dapat dikelompokkan menjadi TBC Laten.

TBC Aktif akan membuat sistem pertahanan tubuh pada penderita mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti demam, tidak nafsu makan, bahkan menggigil.  

Baca Juga: Siap Rajai Pasar! Bocoran Spesifikasi Oppo Reno 14 Pro Cocok bagi Kamu yang Suka Fotografi

Individu yang mengalami gangguan kesehatan TBC Aktif akan dapat menularkan kondisinya kepada orang lain, sementara jenis TBC Laten cenderung lebih stabil.

Disamping karena sistem pertahanan tubuh dari penderita dapat secara otomatis mengendalikan bakteri, TBC Laten juga tidak menular kepada orang lain.

Dalam banyak kasus, individu dengan kondisi TBC Laten juga tampak memiliki tubuh yang sehat dan bugar meski di dalamnya tersimpan bakteri mengancam kesehatan.

Sehubungan dengan kasus TBC di Indonesia, sebagian masyarakat hingga hari ini masih menyimpan pertanyaan mengenai keputusan Kementerian Kesehatan.

Salah satu kebijakan dari Kementerian Kesehatan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan adalah rencana melakukan uji coba vaksin TBC di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Angin Segar! MenPAN-RB Buka Suara Soal CPNS 2025, Batal Dilakukan Tahun Ini?

Mulai beredar luas usai kunjungan Bill Gates beberapa waktu lalu, publik dengan berbagai sikap kritis mulai banyak mempertanyakan alasan pemerintah.

Menyikapi rencana tersebut, Siti Fadila Supari yang sempat menjabat sebagai Menteri Kesehatan sempat memberikan pandangan.

Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Siti menganggap keputusan yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan cenderung sukar diterima nalar.

Menurut Siti, kesehatan merupakan salah satu hal penting bagi manusia yang tidak pantas untuk dijadikan sebagai komoditi perdagangan.

Sehingga kebijakan-kebijakan yang menyangkut kondisi kesehatan seseorang atau sebuah bangsa harus benar-benar dipertimbangkan secara lebih jernih.

Baca Juga: Tidak Puas! TPUA Minta Bareskrim Gelar Perkara Khusus, Ini Poin-poin Keberatan Tim terhadap Hasil Labfor Ijazah Jokowi

Bangsa Indonesia, menurut Siti Fadila Supari harus memiliki kedaulatan sehingga tidak dengan mudah hanya dijadikan sebagai objek kebijakan.

Bill Gates yang dikenal luas oleh dunia sebagai sosok filantropi atau Dermawan, menurut Siti tidak dapat dijadikan sebagai suatu jaminan perlindungan kesehatan.

Berbagai efek samping yang terjadi pasca vaksin Covid-19 seperti stroke, serangan jantung, kardiomiopati, penurunan kognitif otak dan sebagainya, perlu menjadi acuan.

Vaksinasi bagi penderita TBC yang kini sedang dijalankan, menurut Siti tidak sepenuhnya selalu menjadi solusi dari sebuah gangguan kesehatan.

Terlebih karena sasaran uji coba vaksin TBC yang kini sedang dalam proses, juga berasal dari kalangan penderita TBC Laten atau kelompok tidak membahayakan. 

“Menteri Kesehatan mindsetnya memang korporasi, vaksin ini dipikirnya adalah obat segala obat, kita yang Dokter jadi merasa aneh,” ujar Siti.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky