AYOJAKARTA.COM – Menjalin hubungan individual bersama seseorang dengan gangguan Narcissistic Personality Disorder atau NPD, tentu sangat melelahkan.
Selain karena berbagai trik manipulasi yang diterapkan dalam interaksi, individu dengan gangguan NPD juga dikenal sebagai sosok nir empati.
Tidak punya perasaan dan cenderung hanya bisa memanfaatkan, orang dengan gangguan NPD juga sangat piawai dalam memutar balik realita.
Baca Juga: PENTING! Kuota SPMB 2025 Semua Jalur untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA, CEK di Sini Ya...
Bukan hanya dapat membuat orang-orang terdekat hilang kewarasan, memiliki hubungan dengan seorang NPD juga mendatangkan trauma super dahsyat.
Disamping menghancurkan aspek finansial, orang NPD yang menganggap dirinya sebagai Pusat Alam Semesta juga sangat dapat mempengaruhi Intelektual, Emosional, bahkan Spiritual seseorang.
Korban yang umumnya merupakan individu berkepribadian empati, akan merasa kesulitan berpisah dengan Si NPD sebagai pelaku abusive.
Selain kondisi mental, emosional, finansial dan spiritual dari para empati yang sudah luluh lantak, NPD dengan para pendukungnya juga hebat dalam bersiasat.
Demi menutupi perilaku bohong, serong dan nyolong kepada supply utama, orang dengan gangguan NPD tidak akan sungkan menggunakan kitab suci sebagai dukungan.
Karena itu, korban yang umumnya merupakan individu dengan kualitas terbaik sering mempertanyakan potensi kesembuhan bagi seorang dengan gangguan NPD.
Terkait pertanyaan tersebut, Psikologi mengungkap bahwa potensi seorang dengan gangguan NPD dapat sembuh dan terhubung secara emosional relatif kecil.
Selain karena individu berkepribadian NPD yang menganggap dirinya tidak bermasalah, perilaku playing victim sebagai pertahanan dirinya juga sangat kuat dan aktif.
Karena itu individu dengan gangguan NPD cenderung akan menyudutkan dan menyalahkan orang lain atau para empati saat terpaksa harus terapi, meski sebenarnya korban.
Terbentuk dari luka batin yang mendalam dan kaku, seorang NPD bukan hanya memiliki pola pikir yang anti kritik tapi juga menolak mengintrospeksi diri.
Harapan akan adanya kesembuhan bagi pada individu NPD, bagi seorang empati harus mulai dihilangkan dan dikubur jauh-jauh.
Salah satu hal penting yang wajib dilakukan oleh para empati adalah berjuang melakukan penerimaan diri secara total dan mulai memfokuskan diri memulai pemulihan.
Mengetahui dan menyadari bahwa orang terdekat adalah pengkhianat paling jahat, bagi para empati yang umumnya tulus, setia, jujur atau berkualitas bukan perkara sederhana.
Karenanya menetapkan batasan yang sangat jelas dan sehat bagi pemulihan diri serta mencari dukungan untuk kembali bersinar, harus mulai menjadi prioritas para empati. ***