Sehat

Sambut Hari Kesehatan Dunia, Dokter Spesialis Gizi Klinik Ungkap Fakta Mencengangkan Tentang Bahaya Mie Instan!

Oleh: Karseno AJ Senin 07 Apr 2025, 19:21 WIB
Mie Instan

AYOJAKARTA.COM - Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap tanggal 7 April, pernah menjadikan kebutuhan pangan serta nutrisi sebagai salah satu isu global.

Di samping merupakan aspek fundamental peradaban, kebutuhan pangan serta nutrisi dipandang penting oleh Hari Kesehatan Dunia karena berkaitan erat dengan perekonomian.

Pada peringatan Hari Kesehatan Dunia tahun 2025, mitigasi atau pencegahan kematian bagi ibu dan bayi saat melahirkan menggeser isu kebutuhan pangan dan nutrisi.

Merajut tema Healthy Beginnings, Hopeful Futures, Hari Kesehatan Dunia pada 7 April 2025 berkomitmen untuk menekan tingkat kematian ibu dan bayi saat melahirkan.

Baca Juga: Rahasia Menyembuhkan Asam Urat Tanpa Obat, Cukup Konsumsi dan Hindari Makanan Ini

Terkait dengan kebutuhan nutrisi, salah satu asupan makanan paling banyak diminati oleh kebanyakan masyarakat Indonesia adalah Mie Instan.

Selain aroma khas dan rasa gurih yang terekam kuat di hidung dan lidah, alasan Mie Instan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah karena dianggap sangat praktis.

Karena berbagai macam pertimbangan tersebut, wajar jika di setiap warung kelontong di Indonesia selalu menyediakan persediaan Mie Instan.

Meski terbilang sangat akrab bagi keseharian masyarakat, berbagai jenis kandungan dalam kemasan Mie Instan justru dianggap membahayakan kesehatan.

Baca Juga: Rajin Tiap Hari Minum Ini Bisa Mencerahkan Kulit dan Bikin Awet Muda hingga Mencegah Alzheimer atau Pikun

Terlebih karena sebagian kalangan berpendapat bahwa di dalam mie instan terkandung berbagai zat pengawet hingga lilin bahkan pencetus kanker sehingga perlu dijauhi.

Sehubungan dengan adanya anggapan mie instan memiliki kandungan lilin atau wax, dr. Juwalita Surapsari, Sp,GK selaku Spesialis Gizi Klinik menyanggah.

Menurutnya, jenis nutrisi yang terkandung dalam setiap kemasan mie instan lebih banyak didominasi oleh karbohidrat serta lemak.

Penyebab konsumsi mie instan perlu dibatasi, menurut dr. Juwalita lebih disebabkan karena minimnya serat pada karbohidrat serta tingginya kandungan Lemak Jenuh pada minyak.

“Minyak pada mie instan ini 60 persennya itu adalah lemak jenuh atau Safa, dan kalau kita konsumsi maka dia sudah sampai di batasnya,” jelasnya.

Sehubungan dengan adanya anggapan di tengah masyarakat yang menyebut merebus mie instan bersama dengan bumbu dapat menyebabkan kanker, dr. Juwalita menanggapi.

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, resiko penyebab kanker bersifat multifaktorial sehingga anggapan merebus mie instan dan bumbu perlu dilakukan penelitian mendalam.

Selain berkaitan dengan faktor genetika dan pola hidup sehat serta polusi, kanker juga bisa disebabkan karena kondisi kesehatan serta lingkungan tertentu.

Baca Juga: Sudah Bisa Dibeli! Samsung Galaxy A56 5G, A36 5G, dan A26 5G Bawa Pembaruan Fitur Dibanding Seri Terdahulu, Spek Makin Moncer

Untuk tetap bisa menikmati sajian mie instan tanpa kuatir dihantui rasa bersalah terhadap kesehatan diri adalah dengan membatasi konsumsi.

“Kita sendiri yang harus membatasi, karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan,” tegas dr. Juwalita. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris