Sehat

NGERI! Kasus di Indonesia Naik 70%, Apa Itu Sifilis? Kenali Penyebab Gejala dan Langkah Pengobatannya

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 11 Mei 2023, 18:55 WIB
Penyakit sifilis

AYOJAKARTA.COMKementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis kondisi terbaru kasus penyakit menular seksual di Indonesia

Juru bicara Kemenkes, dr Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa kasus sifilis atau raja singa di Indonesia mengalami peningkatan hampir 70 persen dalam kurun waktu lima tahun belakangan.

“Penyakit sifilis atau raja singa juga dilaporkan meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2022). Dari 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus,” ujar dr Syahril dikutip AyoJakarta.com melalui laman resmi Kemenkes, Kamis (11/5/2023).

Baca Juga: Kritikan Pedas Anies Baswedan Soal Kendaraan Listrik, Sebut Hanya Menambah Kemacetan di Jalan

“Dengan rata-rata penambahan kasus setiap tahunnya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus,” sambungnya.

Naiknya pertambahan kasus penyakit sifilis secara drastis di Indonesia, sebenarnya apa itu sifilis? apa penyebabnya dan bagaimana langkah pengobatannya?

Berdasarkan laman resmi Kemenkes, sifilis atau penyakit raja singa adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penyakit ini juga menular, biasanya dimulai dimulai dari luka yang tidak menimbulkan nyeri pada alat kelamun, rectum, maupun mulut.

Baca Juga: Mundur dari Golkar, Pernyataan Dedi Mulyadi Soal Poligami Viral Lagi di TikTok!

Kondisi ini dapat menyebar ke orang lain akibat dari sentuhan atau kontak langsung antara kulit dengan selaput lendir dari luka yang terinfeksi bakteri Treponema pallidum.

Bakteri penyebab penyakit sifilis ini dapat tetap aktif di dalam tubuh sebelum akhirnya menjadi aktif kembali.

Maka dari itu langkah pengobatannya jika diagnosis dengan cepat maka penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik.

Apabila penyakit ini tidak kunjung diobati maka bisa menjadi penyakit raja singa yang membahayakan karena bisa merusak jantung, otak atau organ penting lainnya dalam tubuh.

Baca Juga: Temui Guru Muda ASN Pangandaran Terkait Dugaan Pungli, Ini Upaya yang Diambil Ridwan Kamil Imbau Bupati agar…

Penyebab Sifilis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum berbentuk spiral yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka lecet, ruam atau melalui lendir dalam mulut dan kelamin.

Cara paling umum penyebarannya adalah dengan kontak langsung atau melalui aktivitas seksual dengan penderita sifilis.

Selain dengan bersentuhan langsung, sifilis juga bisa ditularkan dari ibu kepada anak yang belum lahir.

Gejala Penyakit Sifilis

Gejala penyakit ini ada empat tahap, adapun gejalanya yakni sebagai berikut.

1. Sifilis primer

Ditandai munculnya luka pada alat kelamin, dubur, bibir maupun mulut yang akan terjadi 10 hingga 90 hari setelah bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh.

Waktu pemulihan sifilis primer berkisar 3 hingga 6 minggu. Namun bila tak kunjung diobati maka hilangnya luka ini justru menandakan infeksi telah berkembang ke tahap selanjutnya.

Selain luka tanda lainnya seperti terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan yang menandakan adanya reaksi sistem kekebalan tubuh.

2. Sifilis sekunder

Munculnya ruam di beberapa bagian tubuh seperti telapak tangan atau kaki, selain itu penderita akan merasakan gejala seperti flu, sakit kepala, nyeri sendi, demam, pembengkakan kelenjar getah bening merasa lelah berlebih, rambut rontok, penurunan berat badan.

3. Sifilis laten

Penderita sifilis tidak mengalami gejala klinis tertentu tetapi di 12 bulan pertama sifilis laten masih bisa menularkan infeksinya.

Setelah 2 tahun infeksi sudah tidak dapat menular lagi meski penyebab bakteri masih ada dalam tubuh.

Namun perlu diingat bahwa apabila tidak segera ditangani maka sifilis laten akan berlanjut ke tahap tersier.

 Baca Juga: Bernasib Sama dengan Ferdy Sambo, Sidang Banding Hendra Kurniawan Ditolak PT DKI Jakarta

4. Sifilis tersier

Merupakan tahapan penyakit yang paling berbahaya, muncul 10 hingga 30 tahun setelah infeksi primer.

Umumnya ditandai dengan munculnya gumma atau tumor kecil pada bagian tubuh tertentu.

Sifilis tersier juga dapat berdampak pada organ tubuh seperti jantung, otak, mata, hati, serta pembuluh darah. Maka dari itu penderita ini rentan terkena penyakit jantung dan stroke.

Demikian informasi seputar apai itu sifilis, penyebab, dan gejalanya. Semoga bermanfaat.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Vincensia Enggar Larasati