SALATIGA, AYOJAKARTA.COM -- Belum bergulirnya kembali kompetisi Liga Indonesia lantaran pandemi Covid-19 tentu berdampak kepada para pemain profesional yang mengikuti gelaran kompetisi tersebut.
Belum digelarnya Liga Indonesia sangat dirasakan Ghoni Yanuar yang merupakan penjaga gawang Cilegon United. Menurutnya, belum adanya kepastian tersebut membuat dirinya merasa sedih.
AYO BACA : Elkan Baggot Jadi Perbincangan Media Inggris, Ini Sebabnya...
Untuk mengisi kesehariannya, Ghoni mengaku saat ini ikut melatih penjaga gawang usia dini di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) yakni Satria Kencana Serasi (SKS) Ungaran.
"Hampir 10 bulan tidak merasakan aura pertandingan di stadion. Tentu sangat kami sayangkan mengingat di beberapa negara kompetisinya sudah bergulir," ujarnya di Lapangan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Senin (11/1/2021).
Ghoni menambahkan, dengan pengalamannya sebagai salah satu pemain profesional dan berbekal lisensi D kepelatihan, membuat dirinya membuka latihan private bagi anak-anak yang ingin menjadi penjaga gawang.
"Di Salatiga dan Kabupaten Semarang ini banyak calon penjaga gawang berkualitas, secara fisik bagus," imbuh mantan punggawa Persita Tangerang, Persibat Batang, dan PSCS Cilacap tersebut.
Menurutnya, dasar-dasar teknik yang benar dan visi bermain sebagai penjaga gawang di era sepakbola modern ini harus mulai diberikan oleh keeper usia dini.
"Tugas penjaga gawang di era sepak bola modern tidak hanya mengamankan gawang tapi dituntut menjadi kreator awal serangan tim dalam menyerang," ucapnya. (Vedyana)
AYO BACA : Meski Piala Dunia U-20 Batal, PSSI Ingin Skil Pemain Tetap Terjaga