Sport

Kronologi Kematian Pelatih Valencia di Lombok Terungkap, Standar Keamanan Kapal Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

Oleh: Katarina Erlita Minggu 28 Des 2025, 15:13 WIB
Almarhum Fernando Martin, pelatih tim cadangan putri Valencia CF.

AYOJAKARTA.COM - Tragedi laut kembali terjadi di perairan Indonesia dan menarik perhatian media internasional.

Kali ini, media asing asal Amerika Serikat, CBS News, mengungkap kronologi tenggelamnya kapal wisata di kawasan Taman Nasional Komodo yang menewaskan pelatih tim cadangan putri Valencia CF, Fernando Martín, bersama tiga anaknya.

Insiden ini sekaligus menyoroti standar keselamatan kapal wisata di Indonesia yang dinilai masih lemah.

Menurut laporan CBS News, kapal wisata yang mengangkut 11 orang tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025 saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Di dalam kapal tersebut terdapat satu keluarga asal Spanyol berjumlah enam orang, empat awak kapal, serta satu pemandu lokal.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebut kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya karam di tengah laut.

Dalam peristiwa itu, tiga orang berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.

Sementara empat korban lainnya dievakuasi oleh tim SAR. Para penyintas terdiri dari ibu asal Spanyol dan satu anak perempuannya.

Namun, Fernando Martín bersama dua anak laki-lakinya dan satu anak perempuan dinyatakan hilang.

Valencia CF kemudian mengonfirmasi bahwa Fernando Martín, pelatih tim wanita cadangan klub tersebut, termasuk di antara korban.

Klub asal Spanyol itu menyampaikan duka mendalam melalui pernyataan resmi di platform X.

Real Madrid CF juga turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Martín yang berusia 44 tahun beserta tiga anaknya yang masing-masing berusia 12, 10, dan 9 tahun.

“Real Madrid menyampaikan rasa duka mendalam dan belasungkawa kepada istrinya, Andrea, serta putrinya, Mar, di masa yang sangat sulit ini,” tulis Real Madrid dalam pernyataannya.

Proses pencarian sempat dihentikan pada Sabtu malam akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas.

Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian hingga 8,2 kaki, menyulitkan tim penyelamat.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan kapal SAR, kapal TNI AL yang dilengkapi peralatan selam, serta bantuan nelayan setempat.

Area pencarian difokuskan dalam radius lima mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal, tempat ditemukannya serpihan bangkai kapal.

Taman Nasional Komodo sendiri merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Namun, CBS News menyoroti bahwa sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia masih kerap menghadapi kecelakaan laut akibat standar keselamatan yang longgar dan persoalan kelebihan muatan kapal.

Tragedi ini kembali memicu sorotan internasional terhadap keselamatan transportasi laut di Indonesia, khususnya di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita