AYOJAKARTA.COM – Menjadi tim underdog yang dipandang sebelah mata selama pagelaran Piala Dunia 2022, Maroko berhasil membuat sejarah baru.
Maroko secara mengejutkan cantik dan prima menggempur pertahanan Portugal di Al Thumama Stadium pada Sabtu malam waktu Indonesia Barat.
Dikutip dari Sportsmole.co.uk oleh ayojakarta.com pada 11 Desember 2022, ini review laga pertandingan penuh drama antara Portugal dan Maroko.
Atlas Lions sekali lagi memamerkan soliditas pertahanan mereka yang luar biasa, meski harus menghadapi segudang cedera, terutama di empat bek mereka.
Hal ini ketika babak pertama dimulai terlihat penguasaan bola yang dominan oleh Portugal belum cukup untuk menembus pertahanan dari Maroko.
Hal ini membuat Maroko dengan mudah membalikkan keadaan. Jawad El Yamiq dan Yahia Attiyat Allah datang ke sisi pertahanan, dan heroik serta gagah dalam menahan superstar Portugal dalam serangan.
Attiyat Allah juga sangat menonjol dalam serangan, karena umpan silangnya yang bertemu En-Nesyri di depan Ruben Dias dan penjaga gawang Diogo Costa untuk membawa Maroko memimpin di akhir babak pertama.
Sundulan Youssef En-Nesyri di babak pertama sudah cukup untuk membuat pasukan Walid Reragui lolos. Sayangnya masih ada babak kedua yang akan berjalan.
Babak kedua penuh tekanan untuk Ronaldo dan kawan-kawan. Pasalnya cukup sulit untuk memasuki pertahanan kuat dari Maroko.
Bahkan serangan balik masih terus digencarkan oleh Hakim Ziyech dan lainnya hingga membuat kiper Portugal meningkatkan kewaspadaannya setelah sebelumnya En-Nesyri menembus gawang yang dijaga Costa.
Baca Juga: Jangan Khawatir Tentang Datangnya Rezeki, Ini Kata Mbah Moen
Drama baru terjadi, Maroko harus bertahan dengan 10 orang setelah Cheddira dikeluarkan dari lapangan menyusul dua kartu kuning dalam dua menit waktu tambahan, tetapi Portugal hanya memiliki satu peluang lagi, dan itu adalah permainan terbaik mereka, dengan sundulan Pepe melebar dari dalam di menit ke enam.
Permainan cantik dari Atlas Lions yang tidak hanya membuang waktu dengan pertahanan biasa dapat diapresiasi karena hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan 1-0 masih menghiasi papan skor.
Ada ketidakpercayaan di antara pendukung dan bangku cadangan Maroko, sementara Ronaldo meninggalkan lapangan sambil menangis dengan kemungkinan ini menjadi kesempatan terakhirnya untuk memenangkan Piala Dunia.
Melalui pertandingan tadi malam, Ronaldo resmi menutup perjalanan nyaris 20 tahun atau tepatnya 18 tahun mengejar gelar pemenang Piala Dunia.
Selain itu, sejarah baru dibuat. Maroko menjadi satu-satunya wakil dari Afrika yang mengamankan satu tempat di semi final dan akan berhadapan dengan Prancis.***