AYOJAKARTA.COM – Dalam menjalani dunia yang fana ini sudah sewajarnya manusia menginginkan rezeki berlimpah dan hidup bahagia.
Sejatinya, rezeki datang dari Allah SWT yang harus disyukuri dengan nikmat.
Ulama kharismatik KH Maimoen Zubair mengungkapkan bahwa manusia tidak boleh khawatir tentang datangnya rezeki.
Baca Juga: Ferdy Sambo Bohong? Inilah Momen Sambo Secara Spontan Mengakui Menembak Yosua
Dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan YouTube Ziip Production pada Minggu (11/12/2022), Allah telah menetapkan rezeki kepada hambanya.
Allah SWT memberikan rezeki yang tidak terhitung kepada orang-orang mukmin. Setiap manusia sudah diberikan jatah rezekinya masing-masing.
“Kamu itu sudah dijatah, rezeki itu pasti ada. Kalau ada orang mukmin kok rezekinya tidak ada, memang mukminnya kurang,” kata Mbah Moen.
Yang menjadi permasalahan saat ini yaitu banyak orang mukmin yang mengeluhkan rezeki yang sedikit.
Menurut Mbah Moen, jadi orang itu kalau sudah mukmin (sempurna imannya) maka Allah akan memberi rezeki kepadanya.
“Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas”, kata Mbah Moen dalam membacakan tafsir alquran.
Jadi orang mukmin sudah diberi rezeki yang tidak usah dihitung, yang merupakan tanda orang mukmin.
Kalau ada orang islam tetapi tidak berkecukupan, makan keislamannya kurang sempurna. Maka dari itu mulai sekarang keislamannya harus diperbaiki.
Hendaklah manusia bekerja, karena bekerja termasuk perintah dari Allah SWT. Bekerja ada yang yang melakukan fardhu kifayah, seperti petani. Dalam bertani harus didasari dengan niat melakukan fardhu kifayah.
Bila bertanya soal dunia itu jadi perhiasan siapa? Mbah Moen mengungkapkan bahwa dunia ini (perhiasannya) orang kafir. Hidup di dunia ini menjadi perhiasannya orang-orang kafir.
Allah menjadikan apa yang ada di bumi untuk perhiasan.
Bilamana manusia ingin bersenang-senang hidup di dunia namun jangan sampai menebang hutan yang ada di bumi.
Baca Juga: Cara Menyalin Link Instagram Sendiri Mudah
Akan tetapi banyak manusia yang memiliki kesalahan yaitu banyak menebang pohon dalam hutan sehingga banyak bencana yang datang.
Mbah Moen menceritakan kisah nabi Muhammad, di dalam ikhtiar dhohir: Muhammad, kamu itu susah, menyusahkan atas kaummu. Sekarang kamu (Muhammad) berbahagialah. Muhammad dihibur dan diobati oleh Allah SWT.
Berkaca dari nabi Muhammad, apabila ada penyakit harus diobati. Mengobati penyakit hendaknya secara lahir dan batin. Jangan sampai ada orang sakit tapi tidak mau berobat.
Apabila susah hatinya cara mengobatinya dengan dihibur, salah satunya bisa mencari pemandangan yang menenangkan misalnya melihat alam yang hijau.

Share this article
Mbah Moen ingatkan Allah SWT memberikan rezeki tidak terhitung kepada orang-orang mukmin. Setiap manusia sudah diberikan jatah rezekinya