Tangerang

Pemkot Tangsel Pantau Kualitas Udara Usai Dampak kebakaran Gudang Pestisida PT Biotek Saranatama

Oleh: Jinan Vania Barizky Minggu 15 Feb 2026, 16:43 WIB
Sungai Cisadane diduga terdampak pestisida hingga menyebabkan pencemaran air yang berbahaya bagi masyarakat. (Sumber: x@MFaizGhifari | Foto: x@MFaizGhifari)

AYOJAKARTA.COM - Kasus kebakaran gudang pestisida dari PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan yang berdampak pencemaran ke Sungai Cisadane memasuki babak baru.

Pemkot Tangerang Selatan diketahui kini sedang melakukan pemantauan dari kualitas udara usai kebakaran tersebut.

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, kualitas udara sedang dalam pemantauan untuk mengetahui dampak dari kebakaran tersebut.

Baca Juga: Video Kasus Pencopetan di Kawasan Blok M Jaksel Viral, Polisi Buru Pelaku!

Warga pun diimbau untuk tidak berlama-lama beraktivitas di sekitar lingkungan tersebut jika mencium bau yang masih kuat.

"Kami menganjurkan penggunaan masker dimasifkan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Minggu, 15 Februari 2026.

Lebih lanjut pihak Pemkot Tangsel mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker untuk mencegah asap dan residu bahan kimia yang bisa berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan.

Sebagai informasi, dampak dari kebakaran gudang pestisida PT Biotek Saranatama menyebabkan pencemaran sungai mencapai 22,5 kilometer.

Berbagai jenis hewan diketahui mati akibat pencemaran sungai tersebut.

Baca Juga: Sasar 28 Juta Fans di Indonesia, BRI Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona

Sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang melakukan pemeriksaan uji laboratorium kepada Sungai Cisadane dan sedang menunggu hasil.

Masyarakat dilarang mengonsumsi ikan yang terdampak untuk dikonsumsi hingga melakukan aktivitas menggunakan air sungai untuk mencuci bahkan mandi.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky