AYOJAKARTA.COM - Imbauan bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cisadane yakni Cisauk, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji hingga Sepatan untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati secara tiba-tiba.
Hal ini karena Sungai Cisadane sudah tercemar bahan kimia dari gudang pestisida yang terbakar di Taman Tekno, Kecamatan Setu, pada Senin, 9 Februari 2026 lalu.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten melarang masyarakat mengonsumsi ikan tersebut karena dapat menimbulkan kanker.
Baca Juga: Resmi Hari Ini! Rute Baru Transjabodetabek B51 Cawang-Cikarang, Tarif Rp3.500 Saja
"Kalau risiko jangka panjang zat kimia ini salah satunya menimbulkan kanker, kalau masuk ke lambung, jadi kanker usus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pengendalian pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel Hadiman menyebutkan bahwa dari hasil penyelidikan di lapangan ditemukan adanya sumber pencemaran yang berasal dari cairan kimia.
Cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida yang baru-baru ini alami kebakaran, untuk mengatasi kebakaran tersebut pihak Damkar harus melakukan penyemprotan ke sejumlah bahan kimia yang menyebabkan tersebarnya bahan tersebut ke bantaran Kali.
Baca Juga: Rumah BUMN BRI Perkuat Digitalisasi, Rolly Bakery Raup Lonjakan Penjualan
Karena kondisi tersebut aliran Kali alami perubahan warna dan berbau, bahkan setelah kejadian tersebut ikan yang berada di Sungai Cisadane mati akibat terpapar cairan pestisida.***

Share this article
Imbauan bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cisadane yakni Cisauk, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji hingga Sepatan untuk tidak mengonsumsi ikan mati di sungai tersebut.