Tangerang

Sudah 11 Jam Berjibaku! Petugas Damkar Ungkap Kendala Memadamkan Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang

Oleh: Jinan Vania Barizky
Ilustrasi. Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. (Sumber: Generate by AI | Foto: Generate by AI)

AYOJAKARTA.COM – Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Sejak api pertama kali berkobar pada Minggu, 21 Juni 2026 malam pukul 22.45 WIB, petugas gabungan telah berjibaku selama lebih dari 11 jam di lokasi kejadian.

Hingga Senin, 22 Juni 2026 pagi, kepulan asap masih terlihat di pabrik yang berlokasi di Jalan Melati Raya, Tanah Tinggi tersebut. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kini tengah memfokuskan upaya pendinginan untuk memastikan titik api tidak kembali menyala.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api merambat ke area perumahan di sekitar pabrik.

Petugas secara intensif menyemprot bagian belakang pabrik yang berbatasan langsung dengan tempat tinggal penduduk.

"Ini (bagian belakang) adalah titik terparah saat terjadi kebakaran semalam. Alhamdulillah, sampai saat ini permukiman warga aman terkendali," ujar Mahdiar dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

  1. Kendala Material Padat dan Bahan Kimia

Meski telah mengerahkan kekuatan masif sebanyak 19 unit armada Damkar dan 133 personel gabungan, proses pemadaman diakui mengalami sejumlah kendala teknis.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, menjelaskan bahwa terdapat tiga area lokal di dalam pabrik yang berisi tumpukan barang jadi dan bahan baku yang sulit dipadamkan.

"Di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, dan aneka cairan kimia penunjang produksi. Karakteristik bahan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses pemadaman," jelas Andia.

  1. Upaya Pendinginan Terus Dilakukan

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus melakukan proses pendinginan di area tumpukan material yang terbakar. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan di tengah tumpukan bahan karet tersebut.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup besar mengingat luasnya area pabrik yang terdampak.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky