AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan proses pendidikan anak-anak yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, tidak akan terganggu.
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah agar para pelajar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar maupun ujian sekolah.
Kepastian tersebut disampaikan Rano saat meninjau langsung lokasi pengungsian warga yang menjadi korban kebakaran pada Selasa (2/6).
Menurutnya, Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan kemudahan bagi siswa yang saat ini masih berada di pengungsian.

Rano menjelaskan, pelajar yang tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal akibat terdampak musibah akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan.
"Saya telepon Kepala Dinas, anak-anakku yang kena kebakaran gimana ujiannya?, enggak Pak, nanti bisa menyusul, itu kebijakan," ujar Rano.
Dari data Dinas Pendidikan terdapat 53 anak usia SD, enam anak usia SMP dan 22 remaja SMK yang terdampak musibah tersebut.
Selain itu, kata Rano, Pemprov DKI juga memberikan bantuan perlengkapan dan baju sekolah untuk mereka.

Ada pula program trauma healing digelar di posko pengungsian bagi anak.
"Ada juga program trauma healing digelar di posko pengungsian bagi anak-anak," katanya.
Di sisi lain, Rano juga sempat membahas terkait status hunian warga yang berada di atas lahan Setneg RI tersebut.
Kini, pihaknya masih mencari solusi dan telah menawarkan kepada warga yang terdampak untuk pindah dan direlokasikan ke rumah susun (rusun) yang lebih layak.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah agar para pelajar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar maupun ujian sekolah.