Teknologi

Fakta-fakta Dibalik Isu Penutupan Twitter yang Menjadi Masuk Akal, Ternyata...

Oleh: Awit Wiarni Selasa 22 Nov 2022, 16:04 WIB
Fakta-fakta Dibalik Isu Penutupan Twitter yang Menjadi Masuk Akal, Ternyata...

AYOJAKARTA.COM – Isu Penutupan Twitter sempat menjadi trending karena ramai diperbincangkan pengguna sosial media.

Isu ini mencuat bukannya tanpa alasan, netizen mengumpulkan fakta-fakta yang mengarah pada kesimpulan akan ada penutupan Twitter.

Dimulai dari kabar bahwa Elon Musk memangkas sebagian besar karyawan Twitter dengan banyaknya karyawan Twitter yang resign. Disambung dengan adanya meme yang diunggahnya menggambarkan RIP Twitter. Ini menggiring opini netizen bahwa Penutupan Twitter akan segera terjadi.

Baca Juga: Pegawai BNI Beri Kesaksian Terkait Ricky Rizal Terima Uang Rp200 Juta dari Rekening Brigadir J, Begini Katanya

Ternyata ada fakta menarik tentang hal-hal yang dilakukan oleh Elon Musk yang kemudian memicu timbulnya isu akan berakhirnya era Twitter.

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @Strategi_Bisnis, Elon Musk memberikan tekanan yang tinggi kepada karyawan Twitter sehingga banyak karyawan Twitter yang memutuskan untuk resign.

Elon Musk menekan karyawan Twitter untuk selalu kerja lembur dan menghasilkan hasil yang maksimal. Jika karyawan tidak bisa bekerja di bawah tekanan seperti itu, Elon Musk mempersilahkan mereka untuk keluar.

Sebelumnya kultur kerja yang diterapkan Elon Musk seperti ini memang berhasil membawa Tesla dan SpaceX sukses mencapai pekerjaan yang tadinya terlihat mustahil.

Baca Juga: 5 Contoh Puisi Tentang Hari Guru Nasional 25 November, Penuh Makna dan Dukungan

Elon Musk ingin merubah Twitter menjadi engineering driven yang fokus kepada inti dan diduga bisa memangkas sebagian besar jumlah karyawan.

Diketahui jumlah karyawan Twitter saat ini sebantak 7.500 orang. Tetapi banyak bagian supporting yang dinilai terlalu boros mempekerjakan karyawan.

Jika Twitter dirubah menjadi fokus ke engineering maka karyawan bisa dipangkas dengan jumlah mencapai 50% dari jumlah seluruh karyawan yang ada.

Elon Musk memang dikenal sebagai seseorang yang workaholic. Pada saat dirinya mendirikan X com, Elon Musk selalu bekerja selama 20 jam selama sehari. Sekarang X com telah merger dengan Paypal.

Baca Juga: Konflik Panas Geopolitik di Balik Grup B Piala Dunia 2022 hingga disebut Grup Neraka

Ketika Elon Musk membangun Tesla, ia juga hanya menghabiskan waktu 4 jam untuk tidur. Sisa waktunya ia gunakan untuk bekerja.

Kecintaannya kepada bekerja ini agak merepotkan karyawan yang dituntut harus bisa mengimbangi kinerja Elon Musk.

Gaya hidup Elon Musk yang begitu mengutamakan bekerja berbeda dengan Jeff Bezos dan tim cook CEO Apple.

Menurut Jeff Bezos, kunci sukses adalah tidur yang cukup dan diimbang dengan olahraga. Ia selalu tidur cukup selama 8 jam sehari dan melakukan rutinitas olahraga.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2023 Segera Dibuka, Lakukan Hal Ini Jika Ingin Lolos Seleksi Administrasi dan SKD

Dengan gaya hidunya yang seimbang Jeff Bezos telah mampu menjadi pendiri, ketua, CEO, presiden, dan pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi di dunia Amazon.com.

Gaya hidup Jeff Bezos sesuai dengan tren kunci produktif yang sekarang ini semakin marak yaitu tidur cukup dan olahraga yang cukup. Dengan ini wajar saja jika banyak dari karyawaan Twitter yang tidak betah bekerja di bawah kepemimpinan Elon Musk.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Vincensia Enggar Larasati