AYOJAKARTA.COM -- Modus penipuan memang saat ini sudah bermacam-macam bahkan bisa sekali klik membuat rekening ludes, salah satunya chat WhatsApp Undangan atau Paket dengan file APK di dalamnya.
Modus penipuan baru via WhatsApp ini sebelumnya menggegerkan karena tak mencurigakan.
Bak mendapat undangan atau informasi soal paket, penerima WhatsApp mendapatkan file juga.
Baca Juga: Pasca Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Nicke Widyawati: Pasokan BBM dan Elpiji Tetap Tersedia
Jika diperhatikan, file yang dikirimkan tersebut adalah file APK alias aplikasi untuk Android dan iOS.
Kini, marak lagi penipuan menggunakan file APK ini namun dengan modus surat tilang via WhatsApp.
Dilansir dari @lambe_turah, chat WhatsApp memberitahukan tentang surat tilang kendaraan yang harus dibuka lewat aplikasi.
“Selamat siang bapak/ibu Kami dari Kepolisian menginformasikan bahwa bapak/ibu melakukan pelanggaran, Silahkan Buka aplikasi untuk melihat surat tilangnya. Jika surat sudah dibaca silahkan datang ke kantor polisi yang terdekat,” bunyi pesan WhatsApp tersebut dilengkapi dokumen file APK.
Dugaan kuat file yang dikirimkan oleh pelaku lewat WhatsApp ini adalah exploit yang jalan di belakang dan mengambil data.
Untuk sekali klik, bisa saja membuka aplikasi mobile banking oleh pengguna dengan mengintip user ID dan password.
Istilah dalam dunia hacking, segala yang dilakukan oleh penipu ini disebut dengan sniffing.
Jika penerima melakukan klik pada dokumen, tampak tak terjadi apa-apa dan tak memperlihatkan aplikasi apapun.
Namun, tak berselang jam bisa saja ada SMS tentang penarikan saldo. Keesokan harinya baru kemungkinan penerima WhatsApp mengetahui jika rekening miliknya ludes.
Dilansir dari Instagram @evan_neri.tftt , kemungkinan apabila kejadian ini dari malware RAT atau Remote Administrator Tool.
Maksudnya yakni, aplikasi bisa dijalankan di belakang layar, misalnya perbankan baik mobile banking atau internet banking tanpa diketahui oleh pemilik HP.
Penggunaan aplikasi oleh hacker ini pun bisa saja menguras saldo rekening sampai ludes.
Maka dari itu, masyarakat harus waspada ketika membuka link ataupun dokumen, terlebih dengan format APK oleh nomor asing baik di SMS maupun WhatsApp.***