AYOJAKARTA.COM – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) menyampaikan pidato politiknya di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa (14/3/2023).
Pidato politik di depan para kader Partai Demokrat tersebut, ternyata banyak mengkritik program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
AHY bahkan menyinggung banyak program pemerintah yang dinilai grasa-grusu tanpa pertimbangan.
“Tata kelola [pemerintahan saat ini tidak berjalan dengan baik. Banyak program pemerintah yang dilakukan grasa-grusu, terburu-buru dan kurang perhitungan,” kata AHY dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Jumat (17/3/2023).
Putra dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyinggung beberapa hal seperti alokasi anggaran bernilai triliunan.
Yang digunakan untuk mengembangkan kawasan pangan berskala luas, salah satunya menyoroti program food estate. Atas aksi kritikan tersebut membuat pihak PDI Perjuangan angkat bicara.
Baca Juga: Kajati DKI Jakarta Tawarkan Restorative Justice, Ayah David: Ingin Damai, Bersiaplah Perang!
Anggota DPR yang juga merupakan fraksi PDIP, Deddy Sitorus menyebut bahwa pemerintahan antara Jokowi dengan SBY jelas berbeda.
Menurutnya, Jokowi simple berfikirnya sedangkan pemerintahan lebih banyak dibicarakan dan didiskusikannya tetapi tidak kunjung jadi terealisasi.
“Kalau Pak Jokowi kan simple berpikirnya, ada kebutuhan direncanakan dieksekusi,” ujar Deddy Sitorus dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Richard Eliezer Jadi Tolak Ukur Dalam Sidang Teddy Minahasa, Berguna untuk Meringankan?
“Kalau zaman SBY kan direncanakan, dipikirkan, didiskusikan, dibicarakan, diskusikan, nggak jadi-jadi,” imbuhnya.
Ia pun kembali membandingkan antara cara kerja yang cepat dan konkret dengan pemerintahan SBY yang lebih banyak rapat.
Anggota DPR fraksi PDIP juga menyebut bahwa pernah pada saat rapat, mantan presiden ngamuk karena ada Kepala Daerah yang terngantuk-ngantuk ketika mengikuti rapat.
Sedangkan menurutnya pada kepemimpinan Jokowi saat ini tidak seperti itu, karena presiden Joko Widodo lebih sering keliling Indonesia.
Yaitu untuk mengecek progres perkembangan dari proyek-proyek yang sedang berjalan.
Atas kritikan dari Agus Harimurti Yudhoyono terkait food estate, menurut Deddy Sitorus yang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah mantan presiden yang tidak lain SBY.
“Jadi kalau dibandingkan begini, pertama yang dikritik SBY itu kan soal food estate. Dia (AHY) lupa bahwa food estate itu keluar dari mulutnya Pak SBY,” ujar politisi fraksi PDIP.
“Jadi yang mengeluarkan food estate itu pertama Pak SBY, mengikuti apa yang dilakukan oleh Pak Soeharto. Lahan gambut 1 juta hektar di Kalimantan Tengah,” imbuhnya.
Pada pemerintahan SBY menurutnya mencoba mengikuti apa yang dilakukan mantan presiden sebelumnya yaitu Soeharto, tetapi tetap saja tidak berjalan dan ditinggalkan.
“Itu inisiatornya Pak Soeharto ya di Kalimantan Tengah. Lalu coba mau diikuti oleh Pak SBY, sudah dicoba akhirnya ditinggalkan,” kata Deddy Sitorus.

Share this article
Anak SBY, Agus Harimurti Yodhoyono sindir program pemerintah Presiden Jokowi yang dianggap grasa grusu, kok bisa?