Viral

Klarifikasi Soal Aipda Aksan Bongkar Mafia Polri, Kabid Humas Sulsel: yang Bersangkutan Kecewa Masalah Pribadi

Oleh: Linda Wati Sabtu 03 Des 2022, 18:31 WIB
Klarifikasi Soal Aipda Aksan Bongkar Mafia Polri, Kabid Humas Sulsel: yang Bersangkutan Kecewa Masalah Pribadi

AYOJAKARTA.COM - Berita heboh kembali datang dari institusi Polri.

Pengakuan dari seorang Aipda Aksan yang membongkar adanya mafia di tubuh Polri menjadi perbincangan hangat warganet.

Video pengakuan Aipda Aksan yang membongkar adanya mafia Polri pun ditanggapi oleh Kabid Humas Sulawesi Selatan.

“Izin Jenderal, saya Aksan, anggota Satbinmas Polres Tana Toraja. Menyampaikan kepada bapak, bahwa tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri," kata Aksan dalam video yang tersebar.

Baca Juga: Pesan Pilu Ayah Richard Eliezer untuk Ferdy Sambo: Jantanlah, Jangan Dikorbankan Anak Saya!

Ia melanjutkan dengan memberikan pengakuan bahwa rekrutmen calon Polisi saat ini harus disertai dengan uang.

Menurutnya pola yang seperti ini tidak bagus untuk Kepolisian ke depannya.

"Pertama, masuk Polisi harus bayar, kedua, mau pindah harus bayar, yang ketiga mau jadi perwira juga harus bayar. Jadi bagaimana ke depannya Polri kalau harus bayar," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa pimpinan Polri saat ini tidak memberikan contoh yang baik.

Namun malah mengajarkan ke jalan yang tidak benar.

Baca Juga: Misteri Cewek Misterius di Rumah Jalan Bangka: Antara Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer

Bahkan ia mengaku harus dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja karena membongkar perbuatan Kapolres Palopo saat itu.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kabid Humas Sulawesi Selatan pun ikut angkat bicara.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Sabtu (3/12/2022), Kombes Komang Suartana, Kabid Humas Sulawesi Selatan tidak membenarkan pernyataan dari yang bersangkutan.

Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Kebohongan Kodir ART Ferdy Sambo, Begini Reaksi Kecewa Majelis Hakim

Ia menyebutkan bahwa pengakuannya hanya asumsi pribadi atas dasar kekecewaan karena masalah pribadinya.

“Bisa kita sampaikan bahwa hasil pemeriksaan tim Propam Polda terkait dengan apa yang dibuat itu memang tidak terbukti ya sesuai dengan hasil pemeriksaan,” ujar Kombes Komang.

“Bisa kami jelaskan bahwa yang bersangkutan merasa kecewa karena ada permasalahan-permasalahan pribadi,” tambahnya.

Baca Juga: Terungkap Amarah Richard Eliezer pada Orang Tuanya Saat Diminta Jujur: Mama Papa Harus Percaya sama Saya!

Kombes Komang juga menyebutkan bahwa sebelumnya yang bersangkutan memiliki masalah pribadi dari 2012 hingga 2017.

Pada 2012 disebutkan bahwa yang bersangkutan pernah melakukan tindak pelanggaran disiplin dengan melakukan kekerasan kepada seorang wanita sehingga dilakukan sidang disiplin.

Lalu pada 2017 yang bersangkutan juga pernah mengalami masalah terkait penarikan kendaraan leasing.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah