Viral

Laporan Inara Rusli Soal CCTV Dinilai Blunder, Berpotensi Jadi Bumerang

Oleh: Katarina Erlita Rabu 03 Des 2025, 22:14 WIB
Inara Rusli dan Insanul Fahmi. (Sumber: Instagram.com/@mommy_starla/@insanulfahmi)

AYOJAKARTA.COM - Kasus panas yang menyeret nama Inara Rusli dan Insanul Fahmi kembali menjadi pusat perhatian publik. Setelah video CCTV keduanya tersebar, Inara memilih melaporkan sosok yang ia duga sebagai penyebar rekaman tersebut.

Namun, menurut sejumlah ahli hukum, langkah ini justru dapat menjadi bumerang bagi dirinya. Dalam penjelasan yang beredar, pengacara Deolipa Yumara mengungkap bahwa CCTV yang berada di rumah Inara yang disebut masih atas nama mantan suaminya, Virgoun memiliki password yang diketahui oleh keduanya.

Karena akses tersebut dimiliki bersama, penggunaan data CCTV tidak dapat langsung dikategorikan sebagai tindakan ilegal. Deolipa menegaskan bahwa jika rekaman diambil oleh pihak yang memang memiliki akses sah, seperti Inara atau Virgoun, maka tidak ada unsur pelanggaran UU ITE.

Baca Juga: BPBD Keluarkan Prediksi Puncak Pasang di Pesisir DKI Jakarta, Waspada Potensi Banjir Rob

Akses baru disebut ilegal jika dilakukan oleh orang lain yang membobol password. Dengan demikian, laporan Inara terhadap pihak yang diduga menyebarkan rekaman bisa saja tidak memenuhi unsur pidana.

Situasi semakin rumit ketika pengacara lain, Acong Latif, menilai bahwa laporan Inara terhadap Insanul Fahmi terkait dugaan penipuan juga berpotensi blunder.

Menurutnya, hubungan Inara dan Insanul Fahmi terikat oleh pernikahan siri, bukan pernikahan yang diakui negara. Karena tidak resmi, pembuktian unsur penipuan dalam laporan tersebut menjadi sangat lemah.

Acong menjelaskan bahwa dalam hukum pidana, laporan penipuan harus memenuhi unsur perbuatan tipu muslihat yang menimbulkan kerugian.

Baca Juga: Bobibos Klarifikasi Isu Soal Tiba-tiba Menghilang, Janji Bikin Kejutan pada 18 Desember 2025

Jika hubungan keduanya tidak melalui jalur pernikahan sah, maka posisi hukum Inara Rusli menjadi sulit dan berisiko berbalik menyerangnya. Di sisi lain, isu tentang rekaman CCTV juga memicu reaksi publik.

Banyak yang menilai bahwa tindakan merekam atau melakukan aktivitas sensitif di rumah yang masih terkait dengan mantan suami bukanlah keputusan bijak, terutama jika anak masih tinggal di lingkungan yang sama.

Kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan anak melihat hal yang tidak pantas. Situasi ini membuat publik berspekulasi bahwa langkah hukum Inara justru memperburuk posisinya.

Dua pengacara menilai bahwa laporan terkait akses ilegal dan dugaan penipuan sama-sama memiliki celah hukum yang besar.

Baca Juga: Acer Predator Triton 14 AI, Laptop Gaming Tipis dengan Performa Super Kencang, Intip Spesifikasinya

Hingga kini, kasus ini masih menjadi perbincangan hangat, sementara publik menunggu bagaimana pihak kepolisian menyikapi laporan-laporan tersebut.

Namun satu hal yang jelas, strategi hukum yang tidak matang dapat menjadi bumerang, terlebih ketika bukti dan status hubungan tidak mendukung.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita