AYOJAKARTA.COM - Nama Bobibos kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul tuduhan bahwa mereka “menghilang” dan dianggap tidak menepati komitmen kerja sama dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait pengolahan jerami menjadi bahan bakar.
Ramainya perhatian ini memicu berbagai spekulasi, bahkan muncul juga tuduhan penipuan yang dinilai sangat menyakitkan. Karena itu, Bobibos pun mengeluarkan klarifikasi lengkap untuk meluruskan kabar yang beredar.
Dalam unggahan di media sosial, Bobibos menegaskan bahwa mereka tidak pernah menghilang dan masih terus bekerja menyiapkan mesin pengolah jerami yang dijanjikan untuk dipasang di Lembur Pakuan.
Baca Juga: Acer Predator Triton 14 AI, Laptop Gaming Tipis dengan Performa Super Kencang, Intip Spesifikasinya
Mereka menyebut saat ini tim tengah menyelesaikan manufaktur mesin yang diklaim mampu mengolah jerami menjadi bahan bakar berbasis etanol.
“Kami sadar ini risiko dari menghadirkan energi murah. Tidak semua proses bisa dibagikan sekarang,” tulis BBOS dalam pernyataannya di Instagram.
Namun, penjelasan itu belum sepenuhnya meredam kritik. Banyak netizen mempertanyakan kejelasan proses pembuatan mesin, mulai dari lokasi produksi, dokumentasi, hingga logika teknis di balik klaim bahwa satu unit mesin kecil dalam truk Fuso dapat mengubah jerami menjadi bahan bakar siap pakai.
Beberapa ahli juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak ilmiah karena pembuatan bioetanol membutuhkan proses fermentasi, bukan reaksi instan di dalam mesin portabel.
Baca Juga: Jadwal Layanan Samsat Keliling di Jakarta Selatan, Ada Penghapusan Denda Sampai 31 Desember 2025
Keraguan makin deras ketika KDM kembali menanyakan perkembangan mesin yang dijanjikan, sebab jerami di Lembur Pakuan sudah menumpuk dan siap diolah.
Publik juga menyoroti absennya bukti visual yang dapat memperkuat klaim Bobibos. Terhadap hal ini, Bobibos akhirnya memberi tenggat waktu. Mesin disebut akan selesai dan siap dipresentasikan pada 18 Desember 2025.
Netizen menyambut tanggal tersebut dengan dua reaksi. Sebagian berharap BBOS benar-benar menepati janji demi kepentingan petani dan inovasi energi murah.
Namun sebagian lain tetap skeptis karena tidak ada update proses, selain desain ilustratif truk Fuso berisi mesin yang sebelumnya viral.
Di tengah kontroversi ini, banyak pihak mendorong agar Bobibos segera bertemu kembali dengan Kang Dedi Mulyadi untuk memberikan penjelasan langsung dan menunjukkan progres nyata.
Hal ini dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga reputasi, apalagi KDM sudah menunjukkan dukungan besar terhadap proyek tersebut.
Pada akhirnya, publik menunggu bukti nyata, bukan sekadar klarifikasi. Tanggal 18 Desember kini menjadi momentum penentu apakah Bobi Bos benar membawa inovasi, atau justru mengulang kembali cerita proyek viral yang tak berujung.***
Share this article
Bobibos bantah isu menghilang dan klaim masih menyiapkan mesin pengolah jerami. Publik skeptis karena minim bukti. Mereka janji mesin siap 18 Desember. KDM dan netizen menunggu kepastian nyata.