AYOJAKARTA.COM – Usai debat cawapres keempat selesai digelar pada Minggu malam, 22 Januari 2024 kemarin, nama Gibran Rakabuming Raka ramai jadi sorotan.
Berawal dari gimmick saat berdebat dengan Mahfud MD, kini Gibran Rakabuming mendapat banyak kritikan tajam dari publik.
Pasalnya gimmick yang dibuat oleh Gibran saat berdebat dengan Mahfud MD tersebut dinilai tidak memiliki etika dan juga songong.
Sampai-sampai ijazah yang dimiliki oleh putra sulung Joko Widodo tersebut kini kembali ramai dibahas di sosial media.
Sekedar informasi saja, sebelumnya Gibran Rakabuming ramai dituding jika ijazah yang dimilikinya adalah palsu.
Menampik tudingan tersebut, Gibran Rakabuming lantas menunjukkan ke depan publik jika ijazahnya asli.
Namun kali ini publik justru dibuat salah fokus dengan nilai IPK yang tertera pada ijazah Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Soal nilai IPK dari Gibran Rakabuming Raka yang kini viral tersebut, berawal dari unggahan seorang pengguna akun X dengan akun @BangBudiKur pada Senin , 22 Januari 2023.
Pengguna akun X tersebut mengunggah foto ijazah Gibran Rakabuming Raka sembari memberi caption yang menjelaskan soal nilai IPK tersebut.
Dalam captionnya, pengguna akun X tersebut menyebut jika nilai IPK yang didapat oleh Gibran Rakabuming tersebut setara dengan 2,3 berdasarkan sistem di Indonesia.
“Gibran itu lulus S1 dapat nilai lower second class honours (setara 48),” keterangan yang ditulis dalam caption.
“Untuk nilai segitu, daftar kuliah master aja susah diterima. Itu setara IPK 2,3 kalau sistem Indonesia,” caption lanjutan.
Kini unggahan perihal nilai IPK yang diraih oleh Gibran Rakabuming Raka ternyata dinilai cukup rendah jika berdasarkan sistem Indonesia tersebut langsung banjir komentar.
“Waahh…artinya gak cerdas. Pantas saat debat harus dipandu untuk jawab…gak pinter tapi bejo karena anak presiden,” komentar warganet dengan akun @_riverheaven.
“Sebagai rakyat biasa, kita cari kerja susah. Ipk tinggi pun nggak jamin dapet kerjaan enak. tapi orang yang berprivilege gini…ah sudahlah,” tulis @menengah_bawah.
Ada juga pemilik akun @BarengApp yang memberi komentar nyeleneh, “anak sekecil itu berkelahi dengan Mahmud.”
Lain lagi akun @afazrihady yang menyinggung soal privilege dengan komentar, “Ijasah gak penting. Yang penting prestasinya: keturunan presiden.”
Namun ada juga warganet dengan akun @05Bravo yang memberi pembelaan, “Gak usah ngehoax, second class honours, second division itu utk IPK di rentang 2,7-3,0. Gak tinggi tapi juga gak jongkok juga.”***