AYOJAKARTA.COM - Sikap Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres Minggu kemarin mendapatkan banyak respons dari berbagai pihak termasuk oleh Okky Madasari, seorang Sosiolog dan penulis.
Okky Madasari mengatakan sikap Gibran Rakabuming Raka yang disebut songong itu lantaran ayahnya adalah seorang Presiden RI.
Menurut Okky Madasari, Gibran tidak akan berani songong jika bukan anak seorang Presiden.
Baca Juga: Jokowi: Presiden Tuh Boleh Lho Kampanye, Presiden Boleh Memihak, Boleh
“Saya pikir kalau Gibran bukan anak seorang presiden dia tidak akan berani melakukan itu jadi memang kesongongan itu terbentuk dari situasi latar belakang yang dia miliki, dia merasa dia punya kekuasaan, dia merasa punya back up,” kata Okky seperti yang dikutip dari YouTube Abraham Ahmad SPEAK UP.
Menurutnya, kemampuan dan kualitas Gibran selama debat kemarin tidak menunjukan bahwa dirinya layak menjadi seorang calon Wakil Presiden (cawapres).
"Kemampuannya, kualitasnya, bagaimana dia mengelola dirinya, mengelola sikapnya itu tidak layak untuk menjadi calon wakil presiden," kata Okky.
Lebih lanjut, Sosiolog itu juga mengatakan terkait gimmik Gibran sengaja ditunjukan untuk menjatuhkan lawan.
"Soal gestur merendahkan lawan debat, bagaimana gestur dia, tidak ada hubungannya dengan kebijakan dan kepentingan publik. Itu semata hanya ditujukan untuk menyerang lawan debatnya," kata Okky.
Ia juga menilai bahwa cawapres nomor urut 2 itu belum memahami hakikat seorang pejabat publik.
"Gibran masih menganggap debat ini level cerdas cermat tebak-tebakan. Saya pikir problem Gibran sebenarnya juga dia belum bisa memahami hakikat seorang pejabat publik, apalagi presiden dan cawapres," tegas Okky.
Tak hanya itu, pasangan Prabowo Subianto itu juga dinilai telah menarik level debat menjadi lebih rendah.
"Dia menarik level debat itu menjadi lebih rendah dan gagal untuk memberikan yang terbaik untuk publik," lanjut Okky.
Okky juga khawatir keberadaan Gibran pada panggung debat cawapres itu akan menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi di Indonesia.
"Keberadaan Gibran ini akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita," kata Okky.
Ia sendiri mengaku sangat mendukung bila ada anak muda yang maju menjadi seorang pemimpin.
Namun bila ads anak muda ysng kapabitasnya dipaksakan sampai mengubah aturan maka itu akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia.
"Saya orang yang sangat mendukung kepemimpinan anak muda. Saya mendukung anak muda tampil, tapi ketika ada seorang anak muda yang memang kapabilitasnya kemampuannya dipaksakan apalagi dengan repot-repot mengubah aturan demi memberi karpet merah pada dia jelas keberadaan Gibran ini akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita," kata Okky.
Soal usia pemimpin, Okky pun mengaku tidak mempermasalahkan.
"Sebenarnya kita tidak sedang mempersoalkan muda atau tidak muda seorang calon pemimpin tapi kita lebih mempersoalkan calon pemimpin itu harus punya kualitas intelektualitas dan integritas, itu yang penting," kata Okky.***

Share this article
Sikap Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres Minggu kemarin mendapatkan banyak respons dari berbagai pihak termasuk oleh Okky Madasari