Viral

Dirujak Netizen Usai Sebut Warga Indonesia Babu, Oknum Bea Cukai Ini Langsung Ngumpet dan Gembok Akun Twitter

Oleh: Linda Wati Jumat 24 Mar 2023, 15:47 WIB
Ilustrasi - Widy Heriyanto Pegawai Bea Cukai

AYOJAKARTA.COM - Oknum Bea Cukai ini ramai-ramai dirujak netizen karena mengucapkan kata tak pantas dicuitan Twitternya.

Bermula dari cuitan akun Twitter @kerissakti yang menyampaikan keluhannya kepada pihak Bea Cukai saat dirinya mengirim piala hasil memenangkan kompetisi dari luar negeri ke Indonesia.

Akun Twitter @wadawidy yang diketahui sebagai petugas Bea Cukai ini langsung memberikan komentar tak enak kepada cuitan keluhan tersebut.

 Baca Juga: Begini Penampakan AG Saat Penyerahan Berkas Perkara ke Kejari Jaksel, 7 JPU Sertifikasi Khusus Anak Disiapkan

Meski komentarnya telah dihapus, namun @kerissakti berhasil lebih dulu menangkap layar komentar oknum Bea Cukai tersebut.

Dari tangkapan layar @kerissakti, oknum Bea Cukai tersebut meminta agar Kris dapat belajar lebih dulu tentang ketentuan impor agar tidak minim literasi peraturan.

“sebelum lo ngetwit, mending belajar dulu deh ketentuan impor itu gimana. Kalo sekarangkan jadinya lo bacot tapi minimi literasi peraturan,” tulis @wadawidy.

Kemudian ada warga Twitter lain yang menanggapi komentar oknum tersebut.

Baca Juga: CEK FAKTA: Mario Dandy dan AG Dituntut Jaksa dengan Vonis Mati Atas Kasus Penganiayaan David

Tak terima dengan tanggapan warga Twitter, oknum tersebut malah mengatakan bahwa warganet itu babu.

“para babu sibuk belain tuannya,” tulis @wadawidy membalas komentar netizen.

“ciee babunya datang,” tulis @wadawidy membalas komentar warganet lain.

Hal tersebut tentu membuat warganet kesal

dan geram atas ucapan tak pantas seorang pegawai pemerintah.

“Apakah seperti ini seharusnya seorang petugas @beacukaiRI @KemenkeuRI berprilaku? Saya harap arogansi semacam ini hanya “oknum” dan tidak dibiarkan merajalela," tulis @kerissakti.

Warganet pun beramai-ramai merujak oknum yang bersangkutan hingga akhirnya akun @wadawidy mendadak langsung digembok.

Sebelumnya telah viral juga keluhan salah satu WNI yang harus membayar pajak Bea Cukai untuk pialanya yang ia dapat dari hasil kompetisi.

WNI tersebut bernama Fatimah Zahratunnisa yang dipalak Rp 4 juta untuk membayar pialanya dari Jepang.***

Reporter Linda Wati
Editor Aulli R Atmam