AYOJAKARTA.COM - Kabar atau isu mengenai peperangan antar negara selalu menghantui topik pembicaraan masyarakat.
Beberapa waktu lalu beredar video dengan klaim bahwa Indonesia akan mengakhiri perang di Australia jika pasukan Australia menyerah.
Video tersebut diunggah lewat platform YouTube dengan channel bernama Dunia Berita.
Terus, apakah benar informasi yang disampaikan dalam video tersebut?
Dikutip Ayojakarta.com dari laman turnbackhoax pada Rabu (8/2/2023), berikut fakta sebenarnya dari video tersebut.
Channel YouTube Dunia Berita mengunggah video pada 3 Februari 2023 dengan klaim bahwa Indonesia akan mengakhiri perang di Australia jika pasukan Australia sudah menyerah.
Dalam narasi diberitakan bahwa Indonesia telah meluncurkan operasi militer khusus di Australia setelah Negeri tersebut ikut campur dalam konflik Indonesia dan Malaysia.
Disebutkan bahwa sampai saat ini Indonesia telah menggempur wilayah Canberra dan Darwin dengan serangan udara dan menggunakan taktik bumi hangus.
Setelah dilakukan penelusuran, fakta sebenarnya unggahan tersebut hanya berisi potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Dalam video juga terdapat ketidak sesuaian antara narasi yang dibawakan dan video yang digunakan.
Dalam video dinarasikan bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan jika operasi militer khusus akan berjalan sesuai rencana Indonesia mencapai tujuan yang diinginkan.
Namun setelah ditelusuri, ada video serupa yang sebelumnya pernah diunggah ke Youtube pada 22 September 2020.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Terlibat Masalah hingga Dilaporkan ke BKN? Ternyata Langgar Aturan Berikut
Dalam video tersebut, Retno Marsudi sedang memberi sambutan pada Peringatan 75 Tahun PBB.
Dalam pidatonya, Retno Marsudi mengingatkan bahwa dunia sangat berekspektasi kepada PBB yang diharapkan dapat memetakan jalan menuju masa depan dunia yang lebih baik.
Dalam video unggahan channel Dunia Berita juga terdapat potongan video narasi Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa tujuan dari adanya operasi khusus adalah untuk memberi efek jera pada Australia yang selalu ikut campur masalah Indonesia.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Keistimewaan dan Kemuliaan Ramadan: Bulan Mulia untuk Umat Muslim Semata
Faktanya, potongan video tersebut diambil ketika Presiden Jokowi sedang menyampaikan pidato singkat mengenai perjuangan negara-negara dalam memerangi pandemi COVID-19 pada pembukaan KTT G20 di Nusa Dua, Bali.
Dari fakta-fakta tersebut dapat diketahui bahwa video yang disebarluaskan oleh Dunia Berita merupakan konten yang tidak benar atau hoax.***