AYOJAKARTA.COM – Peran kuasa hukum Kamaruddin Simanjuntak dalam menguak kebenaran dibalik tewasnya Brigadir J, sukar untuk dipungkiri.
Bersama keluarga mendiang Brigadir J, Irma Hutabarat dan sejumlah rekan, Kamaruddin melaporkan perihal penyebab tewasnya mendiang Yoshua ke Bareskrim.
Setelah berhasil membujuk Richard Eliezer untuk berkata jujur, peran penting Kamaruddin Simanjuntak semakin terkuak di masyarakat.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Terlibat Masalah hingga Dilaporkan ke BKN? Ternyata Langgar Aturan Berikut
Sewaktu persidangan sudah memasuki babak akhir penetapan vonis hukuman, Kamaruddin juga merasa geram.
Hal tersebut dilatar belakangi oleh disparitas atau rentang tuntutan hukuman bagi para terdakwa yang terlibat.
Sehubungan dengan anggapan tidak adilnya penegak hukum di mata masyarakat, Kamaruddin menilai hal tersebut merupakan sebuah kesempatan.
“Menurut saya, inilah momen yang tepat masyarakat, entah turun kejalan atau melakukan aksi solidaritas, mencopot Jaksa Agung misalnya,” ujar Kamaruddin dalam siniar.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Keistimewaan dan Kemuliaan Ramadan: Bulan Mulia untuk Umat Muslim Semata
Selain karena Jaksa merupakan pilihan langsung Presiden, Kamaruddin menilai hal tersebut perlu dilakukan agar wibawa Presiden bisa terlihat di masyarakat.
“Jika memang mereka dianggap tidak merepresentasikan keadilan versi rakyat, untuk apa mereka disitu?” tambahnya.
Lebih lanjut Kamaruddin mengingatkan bahwa Presiden merupakan hasil pilihan rakyat, sehingga berpihak kepada kepentingan rakyat menjadi keharusan.
Sehingga hubungan simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling membawa manfaat di antara rakyat dan presiden bisa benar-benar terjalin erat.
Kalau seorang pemimpin, dalam hal ini presiden tidak bisa menilai apa yang menjadi keinginan rakyat, maka peran presiden perlu dipertanyakan.
Dalam dialog santai yang juga dihadiri oleh Soleman Ponto, Kamaruddin menilai adanya kekuatan besar yang berusaha untuk menunggangi proses penegakan hukum.
Kamaruddin secara lugas menyebut bahwa yang dimaksud dengan kekuatan besar tersebut adalah sekelompok mafia yang sukar disentuh aparat penegak hukum.
Kamaruddin menceritakan kesulitan yang dihadapi ketika berusaha untuk melakukan pembongkaran kasus dugaan tindak pidana korupsi yang bernilai triliunan rupiah.
Menyadari akan potensi kekuatan mafia yang sudah mengendalikan negara, Kamaruddin berujar untuk dapat kesempatan memimpin Indonesia.
Baca Juga: Terkuak Alasan Prabowo Tak Kunjung Dideklarasikan Diri Jadi Capres 2024: Sebut Tunggu Momen Baik
“Kalau saya jadi Presiden, target utama saya adalah memberangus mafia,” jelas Kamaruddin untuk diketahui publik.
Meski demikian, Kamaruddin juga mempersilahkan kepada masyarakat luas selaku pemilik hak pilih untuk mempertimbangkan pernyataannya.
“Kalian mau pilih saya, silahkan, tapi kalau saya jadi Presiden Republik Indonesia, target utama saya harus saya berangus mafia,” tegas Kamaruddin.
Lebih lanjut, Kamaruddin menjanjikan atas nama negara, akan merampas semua harta milik mafia dan membagikannya ke rakyat miskin.
Bukan hanya itu, Kamaruddin juga berjanji akan melakukan Land Revolution atau revolusi pertanahan bagi rakyat Indonesia, jika ia menjadi Presiden RI.
“Minimal 2 hektar untuk dikelola masyarakat, dan tidak boleh diperjual-belikan selama 25 tahun,” pungkas kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir J dalam siniar. ***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak sebut program yang akan ia lakukan jika terpilih menjadi PResiden RI, berantas mafia nomor 1