AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto saat ini kembali menyiapkan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.
Namun, penyaluran bansos kali ini akan diberikan secara berbeda dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence ( AI ).
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data penerima sekaligus mengurangi potensi kesalahan penyaluran bantuan.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyempurnakan sistem berbasis teknologi untuk penyaluran bansos.

Luhut membocorkan bahwa penyaluran bansos ke depan tidak akan berbentuk barang.
Melainkan akan disalurkan secara tunai atau direct cash transfer.
Menurut Luhut, Prabowo telah menyiapkan bantuan sosial sebesar Rp5,4 juta per orang.
"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Selain bansos, kata Luhut penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM juga akan menggunakan AI.
Ia mengatakan, lengkah ini menjadi upaya digitalisasi atau Government Technology (GovTec) yang dilakukan pemerintah.
Di akhir tahun nanti, pemerintah akan memiliki identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi.
"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar," ungkapnya.
Dengan penggunaan AI ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam berbagai program bantuan pemerintah, sehingga anggaran negara yang dialokasikan untuk perlindungan sosial bisa memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.***