Ekonomi

Kereta Cepat Jakarta Bandung: Nanti Jakarta - Bandung Jadi Cuma 1 Jam, Begini Cara Naiknya

Oleh: Admin Senin 05 Des 2022, 12:17 WIB
Kereta Cepat Jakarta Bandung: Nanti Jakarta - Bandung Jadi Cuma 1 Jam, Begini Cara Naiknya

AYOJAKARTA.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan dua layanan moda transportasi yang akan menghubungkan pusat kota Jakarta dan Bandung dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Layanan kereta api yang merupakan bagian dari upaya menciptakan konektivitas Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan pusat kota berupa LRT Jabodebek dan KA Feeder KCJB.

“Hadirnya LRT Jabodebek dan KA Feeder ini akan mempermudah konektivitas masyarakat untuk menuju stasiun KCJB melalui sistem transportasi yang bebas kemacetan dan tepat waktu,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam siaran pers yang diterima Ayojakarta.

Dengan menggunakan LRT Jabodebek, pelanggan cukup menempuh waktu selama 20 menit dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas menuju Stasiun LRT Jabodebek Halim.

Pelanggan nantinya dapat langsung berpindah dari Stasiun LRT Jabodebek Halim ke Stasiun KCJB Halim karena kedua layanan tersebut telah terintegrasi pada lokasi yang sama.

Untuk mempermudah masyarakat, headway LRT Jabodebek pada rute Dukuh Atas - Halim pada jam sibuk dapat mencapai 8 menit sekali. Hal tersebut dapat direalisasikan karena KAI sudah menerapkan teknologi paling modern dalam operasional LRT Jabodebek.

Baca Juga: BSU 2022 Rp600 Ribu Diambil di Kantor Pos Paling Telat 20 Desember, Cek Penerima BLT Subsidi Gaji di Sini

Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Murka: Kronologi Mayor Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad

"Masyarakat juga dapat menggunakan KRL Commuterline menuju stasiun yang terkoneksi dengan LRT Jabodebek yaitu Stasiun Sudirman dan Cawang untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menggunakan LRT ke Stasiun KCJB Halim," tambah Joni.

Setelah menempuh perjalanan LRT Jabodebek selama 20 menit, perjalanan KCJB dari Stasiun KCJB Halim menuju Stasiun KCJB Padalarang akan ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Di Padalarang, KAI telah menyediakan layanan KA Feeder yang jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal kedatangan KCJB. Adapun waktu tempuh KA Feeder KCJB untuk menuju Stasiun Bandung adalah hanya 18 menit.

Dengan menggunakan layanan kereta api yang sudah terkoneksi tersebut, maka total waktu yang dibutuhkan antar pusat Kota Jakarta dan Bandung sekitar satu jam perjalanan.

“Dengan teknologi dan SDM terbaik KAI akan memastikan bahwa seluruh perjalanan kereta api tersebut beroperasi tepat waktu seperti layanan KAI yang sudah ada saat ini,” ujarJoni.

Baca Juga: Ada 1 Juta Pekerja Belum Ambil Dana BSU 2022, Segera Ambil Deh Paling Lambat 20 Desember di Kantor Pos

Baca Juga: Begini Agenda Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono: Kaesang Siapin Undangan Untuk Netizen Lho, Mau?

KAI terus mempersiapkan sarana dan prasana untuk operasional KA Feeder KCJB. Sarana KA Feeder berupa lima rangkaian KRDE dimana setiap rangkaiannya terdiri dari lima kereta.

Dalam satu rangkaian, KA Feeder KCJB berkapasitas 280 pelanggan. Guna menambah kenyamanan pelanggan, KA Feeder KCJB dilengkapi dengan fasilitas rak bagasi dan toilet.

Adapun untuk prasarana KA Feeder KCJB, saat ini pembangunan fisik Hall atau ruang tunggu khusus pelanggan KCJB di Stasiun Bandung dan Cimahi telah selesai 100%.

Sementara itu di Stasiun Padalarang masih dalam proses pembangunan. KAI dan KCIC saat ini sedang menyiapkan fasilitas dan standar pelayanan minimum untuk park and ride dan ruang tunggu KA Feeder KCJB.

Joni menambahkan KAI akan memastikan bahwa perpindahan antarmoda, antarperon, ketersediaan ruang tunggu, dan fasilitas yang disediakan untuk pelanggan dibuat senyaman dan semudah mungkin.

Baca Juga: 10 Netizen Diundang Datang Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono

Baca Juga: Rizal Ramli Diundang Jokowi ke Resepsi Pernikahan Kaesang dan Erina, Tapi Tak Bisa Datang, Kenapa Hayo?

Hal ini adalah salah satu upaya KAI dalam menumbuhkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum adalah melalui layanan kereta api yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

“Hadirnya LRT Jabodebek dan KA Feeder KCJB ini diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan KCJB yang merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara.”

KAI sebagai pemimpin konsorsium PT PSBI yang memiliki saham mayoritas dari KCIC, menurut Joni, berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan KCIC sebagaimana harapan pemerintah dan masyarakat.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin