AYOJAKARTA.COM - Samsung Galaxy S26 Ultra mungkin menjadi bintang utama dalam berbagai bocoran awal, tetapi justru Galaxy S26 Plus yang mulai mencuri perhatian para pengguna yang menginginkan keseimbangan antara fitur unggulan dan harga yang lebih masuk akal.
Banyak penggemar Samsung merasa model Ultra terlalu bergantung pada S Pen dan jarang menghadirkan inovasi baru, sementara S26 Plus justru berpotensi menjadi pilihan paling logis, asal Samsung memberikan peningkatan yang sudah lama ditunggu.
Salah satu kebutuhan utama adalah layar anti-reflektif, fitur premium yang selama ini hanya diberikan Samsung untuk model Ultra.
Padahal, S26 Plus bukanlah ponsel murah dengan harga sekitar US$1.000, fitur peningkatan visibilitas layar ini seharusnya sudah menjadi standar.
Pengguna iPhone dan Pixel pun kemungkinan besar akan melirik S26 Plus jika peningkatan kecil namun penting ini akhirnya diberikan. Dilansir dari Youtube Tcol Tech, peningkatan besar berikutnya ada pada kamera telefoto.
Saat pabrikan lain mulai mengandalkan satu kamera zoom berkualitas dengan sensor besar, Samsung justru mempertahankan kamera 3x lama yang sudah bertahun-tahun tidak diperbarui.
Padahal, pembaruan sensor ditambah opsi foto makro telephoto sudah cukup untuk meningkatkan performa kamera S26 Plus secara signifikan tanpa perlu mengikuti jejak Ultra yang terkesan redundan.
Baca Juga: Baru Pulang dari Luar Negeri? WNI Wajib Tahu! Ini Cara Aktifkan Lagi Data Kependudukan di Jakarta
Di sisi daya, S26 Plus juga layak mendapat baterai lebih besar. Ultra terpaksa mengorbankan kapasitas baterai karena ruang internal diisi S Pen.
Maka, menjadi sangat masuk akal jika Samsung memberi S26 Plus baterai "monster" yang tahan lama, terutama dengan teknologi baru seperti silicon-carbon yang mulai banyak digunakan smartphone premium.
Tak kalah penting, Samsung perlu menghadirkan pengisian daya magnetik Qi2, standar baru yang mulai diadopsi pesaing seperti Pixel 10. Penyelarasan magnetik memungkinkan pengisian nirkabel lebih cepat dan stabil, bahkan saat digunakan di kendaraan.
Jika Samsung meningkatkan kecepatan pengisiannya di atas 15 W yang saat ini terbilang lambat, S26 Plus bisa menjadi salah satu ponsel Android paling praktis. Fitur lain yang patut ditingkatkan adalah kamera selfie yang lebih lebar dan lebih inovatif.
Baca Juga: Mengintip Canggihnya Smartboard yang Mulai Dibagikan Pemerintah ke 75 Persen Sekolah di Indonesia
Pengguna kini mengandalkan kamera depan bukan hanya untuk swafoto, tetapi juga panggilan video, dokumentasi harian, hingga konten spontan.
Dengan iPhone 17 menghadirkan sensor persegi yang bisa diputar tanpa rotasi ponsel, Samsung perlu mengejar ketertinggalan. Terakhir, banyak pengguna berharap Samsung menambahkan tombol kamera fisik.
Fitur sederhana namun sangat berguna ini membuat pengalaman memotret terasa lebih natural, terutama bagi pengguna yang terbiasa dengan tombol kamera di iPhone.
Dengan bobot yang hampir sama dengan pendahulunya dan chipset Exynos 2600 di sebagian pasar, S26 Plus memang tidak sepenuhnya baru.
Namun jika Samsung benar-benar memenuhi daftar peningkatan ini, bukan tidak mungkin S26 Plus justru menjadi model Galaxy S26 yang paling layak dibeli pada tahun 2026.***