AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia terus mempercepat digitalisasi pendidikan melalui distribusi perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun pendidikan unggul dan modern, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Hingga saat ini, sebanyak 75 persen sekolah setara 173 ribu satuan Pendidikan telah menerima smartboard, dan proses distribusi terus berlangsung sampai akhir 2025.
Totalnya, pemerintah menargetkan pengiriman 288 ribu lebih perangkat untuk memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas pembelajaran digital yang memadai.
Agar pengiriman tepat sasaran, Kemendikdasmen menerapkan tiga lapis verifikasi melalui Dapodik, validasi dinas pendidikan, serta pernyataan kesediaan dari sekolah penerima.
Tahap pertama pengiriman telah disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan jumlah lebih dari 13 ribu unit.
Selain perangkat, pemerintah memastikan bahwa digitalisasi pendidikan berjalan menyeluruh, bukan sekadar pengadaan alat.
Baca Juga: Ingin Bikin Konten Tanpa Perlu Ribet Pegang Kamera, Drone Mini DJI Neo 2 Solusinya
Guru juga mendapatkan bimbingan teknis, pelatihan webinar, modul mandiri, hingga pengimbasan antarguru agar mampu memaksimalkan teknologi tersebut dalam proses belajar.
Smartboard menghadirkan pembelajaran interaktif dengan layar sentuh yang mendukung teks, video, audio, gamifikasi, hingga augmented reality.
Menurut Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, teknologi ini memungkinkan pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami, terutama dalam meningkatkan literasi dan mengatasi learning loss.
Salah satu sekolah yang telah memanfaatkan perangkat ini adalah SMPN 86 Jakarta. Haryanto, guru Informatika, mengungkapkan bahwa suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa lebih berani berpartisipasi.
Baca Juga: Hore! Layanan Bantuan Hukum Gratis Kini Hadir di 267 Kelurahan di Jakarta
Berbagai fitur seperti soal interaktif, video edukasi, dan laboratorium maya membuat siswa merasa seperti belajar sambil bermain.
Digitalisasi pendidikan tidak hanya menyasar kota besar. Pemerintah menyiapkan panel surya untuk sekolah tanpa listrik dan menyediakan perangkat tambahan untuk yang belum memiliki internet.
Bahkan, konten pembelajaran tetap bisa diakses secara offline melalui penyimpanan khusus. Hingga kini, lebih dari 2.400 konten digital telah tersedia di platform Rumah Pendidikan dan akan terus bertambah hingga akhir 2025 melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Dengan target setiap kelas memiliki smartboard, pemerintah berharap kualitas pembelajaran semakin setara di seluruh Indonesia. Kehadiran perangkat ini tidak hanya mendukung transformasi digital, tetapi juga membuka peluang besar bagi guru dan siswa untuk menciptakan pengalaman belajar yang kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan tuntutan zaman.***
Baca Juga: Smart Manager Baru di One UI 8.5 Keren Banget, tapi Kok Nggak Dirilis Global?

Share this article
Program digitalisasi pendidikan menghadirkan smartboard ke 75% sekolah di Indonesia. Teknologi ini membuat belajar lebih interaktif, merata hingga daerah 3T, dan didukung pelatihan guru serta konten d