Jakarta Barat

Selama Libur Lebaran 2026, 2.100 Wisatawan Mancanegara Kunjungi Kota Tua DKI Jakarta

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 26 Mar 2026, 10:58 WIB
Selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan wisata Kota Tua Jakarta dikunjungi 106.000 wisatawan lokal hingga mancanegara. (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan wisata Kota Tua Jakarta dikunjungi 106.000 wisatawan lokal hingga mancanegara.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra mengatakan, selama libur Lebaran para pengunjung datang untuk menikmati berbagai kegiatan dan beragam atraksi.

"Salah satu atraksi yang ditampilkan di kawasan Kota Tua selama libur Lebaran untuk pengunjung yakni penampilan lighting art yang mampu memukau penonton," ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran 2026, BKD DKI Jakarta: 45,25 Persen ASN Hadir ke Kantor

Denny menjelaskan, UPK Kota Tua juga menghadirkan penampilan seni musik seperti Bale Keroncong serta penampilan band dari Komunitas Kota Tua Jakarta.

Ia merinci, jumlah pengunjung Kota Tua pada H+2 Lebaran mencapai 19 ribu wisatawan. Jumlah ini meningkat signifikan pada H+3 yang mencapai 64 ribu pengunjung. Untuk H+4, tercatat ada 23 ribu wisatawan yang datang.

"Kami mencatat, dari jumlah itu juga terdapat sekitar 2.100 wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan Kota Tua," bebernya.

Denny menyebut, jumlah pengunjung Kota Tua sangat membludak karena selama libur Lebaran, UPK Kota Tua menambah jam operasional selama satu jam pada malam hari, yakni hingga pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026 Malam Hari, 10 Bus Transjakarta Amari Siap Layani Penumpang di Terminal Kalideres

Sejarah Singkat Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta memiliki nilai historis tinggi karena dulunya merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa kolonial Belanda dengan nama Batavia.

Area ini berkembang sejak abad ke-17 di bawah kekuasaan VOC dan menjadi pusat aktivitas ekonomi di Nusantara. Hingga kini, bangunan bergaya arsitektur Eropa klasik masih terjaga dan menjadi saksi perjalanan sejarah Jakarta.***

Beberapa bangunan ikonik seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, hingga kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi bagian penting dari jejak sejarah tersebut.

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky