AYOJAKARTA.COM - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, seiring digelarnya kegiatan Jakarta Kota Sinema.
Masyarakat diimbau untuk mencatat jadwal pelaksanaan dan menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kepadatan arus lalu lintas.
Rekayasa lalin ini, dimulai sejak 28 Januari hingga 7 Februari 2026 yang akan diterapkan secara situasional.
Hal tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.
Pada 28-29 Januari, lokasi kegiatan berlangsung di Jalan Kunir, sedangkan pada 1-7 Februari kegiatan akan berlangsung di Jalan Cengkeh.
Oleh sebab itu, lalu lintas di Jalan Cengkeh, mulai dari simpang Jalan Kunir hingga simpang Jalan Nelayan Timur, akan dilakukan penutupan mulai jam 05.00 - 19.00 WIB secara situasional.
Berikut adalah arus lalu lintas dari arah utara menuju selatan dapat dialihkan melalui Jalan Tongkol, Jalan Nelayan Timur, Jalan Kali Besar Barat, Jalan Kunir, dan ruas jalan terkait lainnya.
Baca Juga: Dukungan Digital BRI dan LinkUMKM Dorong Pertumbuhan Bisnis Wastra Anak Kenes Lalita
Namun untuk Jalan Nelayan Timur akan diberlakukan dua arah selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dishub DKI Jakarta menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara yang akan menghadirkan berbagai aktivitas seni dan pemutaran film di ruang publik Kota Tua.
Rekayasa lalin ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas dan kepadatan kendaraan di kawasan Kota Tua selama rangkaian acara berlangsung.
“Pengaturan lalu lintas ini diterapkan agar kegiatan dapat berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan secara signifikan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.
Baca Juga: Beredar Kabar Dapur SPPG dan Penerima MBG Fiktif, Kepala BGN Dadan Hindayana: Tidak Ada
Jakarta Kota Sinema sendiri adalah agenda budaya yang bertujuan menghidupkan kembali ruang publik melalui pertunjukan film, diskusi, dan aktivitas kreatif lainnya, sekaligus menarik minat wisatawan ke kawasan bersejarah Kota Tua.
Dishub DKI pun mengimbau para pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan.
Selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, dan utamakan keselamatan di jalan.***

Share this article
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan guna mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.