PONDOK KOPI, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur kini telah memasang jaringan internet untuk semua (JakWIFI) di 458 titik.
Kasi Jaringan Komunikasi Data Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Agung Andhika, mengatakan 458 lokasi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Teknologi (Apjatel) dan PT Bali Towerindo Sentra.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?
Sebagai contoh, ungkap Agung, JakWIFI tersebut sudah bisa diakses pelajar yang ada di RT 07/08 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, dan titik lokasi lainnya.
Kemudian, untuk sarana pendidikan sudah ada di tiga sekolah, yakni SDN Penggilingan 01, SMPN 49 Kramat Jati dan SMKN 51 Bambu Apus, Cipayung.
“Harapannya, jaringan internet gratis dari Pemprov DKI ini bisa membantu para guru dalam melakukan proses belajar mengajar secara daring,” tandasnya.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula
JakWIFI merupakan program peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan wifi gratis di lima wilayah kota dan 1 kabupaten administrasi. Saat ini, program bertujuk Internet Untuk Semua lebih difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka peluncuran JakWIFI secara virtual bersama para wali kota dan bupati di wilayah masing-masing, jajaran Pemprov DKI Jakarta, Ketua Apjatel, Direktur Utama PT Bali Towerindo Sentra, dan perwakilan masyarakat pada Jumat (28 Agustus).
Gubernur Anies menyampaikan kehadiran JakWIFI bertujuan lebih luas. Bukan hanya untuk pendidikan tetapi juga bagian dari penyediaan infrastruktur kota dan perluasan akses internet untuk kebutuhan masyarakat yang melingkupi banyak sektor, dari pendidikan, ekonomi/usaha, layanan pemerintah, dan komunikasi warga.
Ketika terjadi pandemi Covid-19, menurut Anies, begitu banyak dari warga yang harus mengubah pola belajar, pola kerja. Sesuatu yang biasanya dikerjakan jarak dekat, sekarang serba dikerjakan jarak jauh.
“Dan ketika mengubah, kemudian ternyata muncul satu sisi adalah tantangan tapi sisi lainnya adalah peluang. Jadi yang sekarang terjadi adalah satu transformasi," ujar Anies dikutip dari siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi DKI Jakarta.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan