Jakarta Pusat

4 Patung Ikonik di Jakarta yang Sering Salah Sebut, Mulai dari Patung Bundaran HI hingga Patung Pancoran

Oleh: Katarina Erlita Selasa 23 Sep 2025, 16:13 WIB
Patung Selamat Datang, Salah Satu Patung Ikonik di Jakarta yang Namanya Sering Salah Disebut. (Sumber: pusat.jakarta.go.id | Foto: Berlian Sigit)

AYOJAKARTA.COM - Tahukah kamu, beberapa patung ikonik di Jakarta ternyata sering dipanggil dengan nama yang salah?

Banyak warga lebih mengenalnya lewat sebutan populer ketimbang nama resminya. Padahal, patung-patung ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga cagar budaya dengan nilai sejarah yang tinggi. Yuk, kenali empat di antaranya!

1. Patung Selamat Datang (Populer: Patung Bundaran HI)

Patung ini dibangun tahun 1962 atas ide Presiden Soekarno untuk menyambut tamu Asian Games IV di Jakarta.

Karena berada di Bundaran Hotel Indonesia, masyarakat lebih sering menyebutnya Patung Bundaran HI.

Desainnya dibuat oleh Henk Ngantung, menggambarkan muda-mudi yang riang gembira sambil menyambut kedatangan tamu mancanegara. Tim Edhi Sunarso kemudian merealisasikan karya ini hingga berdiri kokoh di pusat kota.

Baca Juga: Resmi Disahkan DPR, APBN 2026 Fokus pada 8 Agenda Prioritas, Apa Saja?

2. Patung Pemuda Membangun (Populer: Patung Pizza Man)

Patung ini melambangkan semangat pemuda dalam membangun bangsa. Namun, banyak orang justru akrab menyebutnya Patung Pizza Man, karena obor yang dibawa pemuda tersebut mirip seloyang pizza.

Diresmikan tahun 1971, patung ini berada di Bundaran Senayan dengan pendanaan dari Pertamina di bawah pimpinan Ibnu Sutowo. Nama populer yang melekat hingga kini membuat orang sering lupa dengan nama resminya.

3. Patung Dirgantara (Populer: Patung Pancoran)

Terletak di kawasan Pancoran, patung ini resmi bernama Patung Dirgantara. Dibangun pada 1966 atas gagasan Soekarno, patung setinggi 11 meter karya Edhi Sunarso ini menjadi simbol penghormatan bagi dunia kedirgantaraan Indonesia.

Karena lokasinya, masyarakat lebih sering menyebutnya Patung Pancoran. Proses pembangunannya sempat terhambat akibat situasi politik 1965, tetapi akhirnya selesai pada akhir 1966.

Baca Juga: September Penyaluran Akhir, CEK Status KPM Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Hanya dengan HP!

4. Patung Arjuna Wijaya (Populer: Patung Kuda)

Patung ini menggambarkan kisah Arjuna dan Batara Kresna menaiki kereta kencana yang ditarik delapan kuda. Namun warga Jakarta lebih mengenalnya sebagai Patung Kuda.

Dibangun pada 1987 oleh Nyoman Nuarta dengan dukungan 40 seniman, patung ini dibuat dari tembaga dan menghabiskan biaya sekitar Rp300 juta. Patung Arjuna Wijaya tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga pengingat akan filosofi perjuangan bangsa.

Meski sering disebut dengan nama populer, setiap patung ikonik di Jakarta menyimpan makna sejarah yang mendalam. Nah, kalau kamu sendiri, paling sering salah sebut patung yang mana?***

Baca Juga: 4 Inovasi DKI Jakarta Menjadi Smart City atau Kota Cerdas: JAKI hingga RDF (Refuse-derived Fuel) Rorotan

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita