AYOJAKARTA.COM - DPR RI resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026, Selasa (23/9/2025).
APBN 2026 ini didesain dengan kondisi defisit senilai Rp 689,1 triliun.
Sebab, belanja negara dipatok senilai Rp 3.842,7 triliun dan pendapatan negara senilai Rp 3.153,6 triliun.
Dalam pengesahan APBN 2026 hari ini, turut hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: September Penyaluran Akhir, CEK Status KPM Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Hanya dengan HP!
Dalam pidatonya, pelaksanaan APBN 2026 akan diarahkan untuk melaksanakan delapan agenda prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
"APBN 2026 fokus pada 8 agenda prioritas," ujar Purbaya dikutip dari kanal YouTube DPR RI.
Lantas apa saja delapan agenda prioritas tersebut?
1. Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan akan menggunakan anggaran sebesar Rp164,7 triliun.
Anggaran tersebut nantinya akan dijalankan untuk proyek swasembada pangan, stabilisasi harga pangan, dan kesejahteraan petani maupun nelayan.
2. Ketahanan Energi
Ketahanan energi akan menggunakan anggaran sebsar Rp402,4 triliun.
Program ini untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi atau migas, percepatan transisi energi, dan juga stabilisasi harga.
3. Makan Begizi Gratis (MBG)
Program MBG ini rupanya masih terus berjalan dan akan menggunakan anggaran sebesar Rp335 triliun.
Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, balita, dan memberdayakan UMKM ataupun ekonomi lokal.
4. Sektor Pendidikan
Agenda keempat adalah fokus pada program pendidikan yang menggunakan anggaran sebesar Rp769,1 triliun.
Program ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Pelaksanaan program pendidikan ini meliputi bantuan PIP, KIP Kuliah, sekolah rakyat, sekolah unggul garuda, beasiswa, kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga pendidikan, serta bantuan operasional sekolah (BOS) dari mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: KSP Buka-bukaan Maksud IKN Jadi Ibu Kota Politik: Bukan Berarti akan Ada Ibu Kota Ekonomi Tapi...
5. Sektor Kesehatan
Sektor kesehatan akan menggunakan anggaran sebesar Rp244 triliun yang disalurkan melalui program JKN, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan revitalisasi rumah sakit.
6. Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM
Namun dalam penjelasannya, Purbaya tidak menyampaikan detail berapa anggaran yang akan digunakan.
Program ini akan disalurkan melalui pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih dengan memberi kemudahan akses mulai dari sembako, logistik, pupuk, dan layanan keuangan.
Baca Juga: Jadwal dan Live Streaming Presiden Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB ke 80, CEK di Sini
7. Pertahanan Semesta
Sama dengan agenda nomor enam, Purbaya tidak menyebutkan anggaran yang akan digunakan untuk program ini.
Kendati demikian, program ini akan disalurkan melalui modernisasi alutsista, memberdayakan industri strategis nasional, serta kesejahteraan prajurit.
8. Akselerasi Investasi dan Perdagangan
Terakhir yakni agenda akselerasi investasi dan perdagangan yang dilakukan melalui Danantara dan pihak swasta.
Mereka akan menjadi motor penggerak ekonomi dengan penguatan investasi produktif dan rantai pasok global.
Di luar delapan agenda tersebut, Purbaya juga mengatakan bahwa anggaran negara mencapai Rp5082, triliun akan dibelanjakan untuk program perlindungan sosial.
Sebagai informasi, pengesahan APBN 2026 ini diambil setelah seluruh fraksi di parlemen menyetujui postur anggaran bersama pemerintah.
Ketua DPR RI Puan Maharani pun mengetuk palu setelah menanyakan kepada seluruh anggota dewan terkait persetujuan APBN 2026 ini.
"Apakah RAPBN Tahun Anggaran 2026 dapat disetujui untuk disahkan menjadi Undang-Undang?" tanya Puan yang disambut persetujuan oleh anggota DPR.***
Share this article
APBN 2026 resmi disahkan dan akan fokus pada delapan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.