AYOJAKARTA.COM - Salah satu upaya yang dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan untuk mengantisipasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan melakukan berbagai program strategis.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Suku Dinas Jakarta Selatan, Evelyne Hotma Fransisca menyebutkan bahwa Jakarta Selatan saat ini sudah menangani 8.600 kasus ISPA didominasi pasien anak dan lansia.
Tim Puskesmas dan rumah sakit telah menjalankan berbagai program strategis yang meliputi edukasi masif melalui media sosial maupun sosialisasi langsung kepada pasien yang datang ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, program imunisasi tetap menjadi garda terdepan dalam pencegahan.
Sudinkes Jaksel juga menggerakkan peran aktif ibu-ibu kader di tingkat RT/RW untuk melakukan pengawasan dan memastikan warga melengkapi imunisasi.
"Kita tetap gerakan ibu kader yang membantu kami untuk melakukan imunisasi dan pengawasan aktif. Jika ada peningkatan kasus, kita mencari tahu mengapa alasannya dan kita mencoba merencanakan cara pencegahannya," terangnya.

Evelyne menuturkan, untuk memastikan penanganan cepat bagi warga yang terpapar ISPA, pihaknya telah menyiagakan infrastruktur kesehatan yang tersebar di berbagai titik.
"Saat ini, terdapat 10 Puskesmas, 64 Puskesmas Pembantu (Pustu), serta delapan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang siap melayani masyarakat," ungkapnya.
Evelyne menekankan, kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari tingkat terkecil, yakni individu dan keluarga. Ia memuji peran kader kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan ini kepada masyarakat luas.***