Jakarta Selatan

Operasi Pengendalian Ikan Sapu-sapu: Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar Targetkan 5 Ton di 10 Kecamatan

Oleh: Jinan Vania Barizky Jumat 17 Apr 2026, 14:35 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar pengendalian ikan sapu-sapu secara serentak di 10 wilayah kecamatan. (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Ditargetkan lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap, Pemkot Jakarta Selatan gelar operasi pengendalian ikan sapu-sapu yang dilakukan serentak di lima wilayah administrasi Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.

Setidaknya 10 titik wilayah kecamatan Jakarta Selatan melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar menyebutkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam rangka menjaga ekosistem.

"Ikan sapu-sapu di wilayah ini jumlahnya cukup banyak. Dalam waktu satu jam saja, kami sudah berhasil menangkap sekitar 300 kilogram," ujarnya, saat memimpin pengendalian ikan sapu-sapu di kawasan Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/4).

Anwar menjelaskan, untuk mencapai target lima ton, pihaknya menginstruksikan seluruh wilayah kecamatan melakukan penangkapan di kali atau sungai yang berpotensi menjadi habitat ikan sapu-sapu.

"Setelah ditangkap, ikan-ikan ini langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di sekitar lokasi. Metode ini dinilai paling efektif untuk menekan laju perkembangbiakan ikan sapu-sapu," terangnya.

Anwar mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, terutama yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan utama.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menambahkan, dalam jangka pendek pihaknya akan terus melakukan penangkapan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.

Untuk jangka panjang, lanjut Ridho, pihaknya akan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya ikan sapu-sapu yang tergolong spesies invasif dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Hal ini disebabkan kandungan logam berat, seperti merkuri dan timbal, yang cukup tinggi dalam tubuh ikan tersebut.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky