AYOJAKARTA.COM - Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman selama 24 jam terus diperkuat.
DPRD DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov DKI yang mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) dari gedung-gedung swasta ke dalam sistem pemantauan terpadu milik pemerintah.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kalau hanya mengandalkan CCTV dari APBD tentu berat. Jadi kolaborasi dengan gedung-gedung swasta itu langkah yang bagus,” ujar Wibi.

Selain itu, Wibi juga menyoroti penetapan Jakarta sebagai kota teraman kedua di kawasan ASEN.
Ia pun turut mengapresiasi hasil surveri tersebut dan menyatakan jika penetapan ini adalah capaian yang positif bagi ibu kota.
“Yang melakukan survei itu lembaga luar, dan kita ucapkan terima kasih atas survei tersebut. Tugas kita adalah memastikan hasilnya menjadi kenyataan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wibi menegaskan jika keamanan dan ketertiban umum di ibu kota adalah tanggung jawab bersama.

Bukan hanya tanggung jawab DPRD dan Pemprov DKI Jakarta, tapi juga aparat penegak hukum.
Terkait hal ini, ia mengatakan bahwa peran Polda Metro Jaya dan pentingnya penguatan komunikasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar keamanan ibu kota tetap terjaga sangat dibutuhkan.
Wibi juga sangat mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang telah membangun komunikasi yang baik dengan Forkopimda.
Kemudian, ia menambahkan kebijakan membuka taman selama 24 jam juga menjadi upaya untuk menghadirkan ruang publik yang aman dan inklusif.
“Ini membuktikan bahwa Jakarta ingin menjadi kota yang bisa diakses 24 jam secara aman. Itu juga menjadi salah satu faktor meningkatnya indikator keamanan,” ucapnya.***

Share this article
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah.