AYOJAKARTA.COM - Secara serentak, Pemprov DKI Jakarta gelar penangkapan ikan sapi-sapu di lima wilayah kota asministrasi Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung diketahui hadir di RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Ledakan populasi ikan sapu-sapu yang mendominasi periran Jakarta kini dianggap sangat berbahaya karena mengganggu keseimbangan ekosistem habitat asli dengan tingkat reproduksi yang tinggi.

Sehingga mampu bertahan hidup bahkan di lingkungan dengan kondisi yang terbatas.
"Hari ini kita berada di Jakarta Utara. Pelaksanaan serentak di lima kota di Jakarta, untuk menangkap ikan sapu-sapu karena diketahui ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Tak hanya itu, spesies ini juga berpotensi merusak struktur bantaran atau turap pinggir sungai karena kebiasaannya yang menggali lubang di dasar dan pinggir sungai.
Pramono juga menyebut, ikan sapu-sapu berbahaya untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan residu zat berbahaya yang tinggi.
"Ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali. Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya," katanya.

Dari kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu ini, Pramono memprakirakan jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap hari ini mencapai lebih dari 200 kilogram.
Gubernur menyampaikan, kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu ini akan rutin dilakukan untuk mengendalikan populasi dan dominasinya, serta merawat sungai dan selokan.
Untuk diketahui, hasil tangkapan ikan sapu-sapu akan ditangani sesuai prosedur baku. Ikan akan langsung dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ikan tidak lolos dan kembali ke sungai, tidak diperjualbelikan, dan bangkainya bermanfaat diolah menjadi kompos alami.***
Share this article
Secara serentak, Pemprov DKI Jakarta gelar penangkapan ikan sapi-sapu di lima wilayah kota asministrasi Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.