PULOGADUNG, AYOJAKARTA.COM – Kerja bakti. Kosa kata ini sejak beberapa lama—bahkan dalam hitungan dekade—sempat jarang terdengar di masyarakat Ibu Kota. Namun, semenjak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 6 bulan, kosa kata itu kembali sering terdengar.
Salah satunya di lingkungan RT 003 RW 04 Kelurahan Pisangan Timur, Kec Pulogadung. Warga di wilayah yang masuk Jakarta Timur itu sejak beberapa hari belakangan menggelar kerja bakti membangun sarana olahraga yakni lapangan bulutangkis dan tenis meja.
“Kami juga tanam beberapa pohon di lingkungan lapangan. Biar lebih hijau,” kata Basir Rahman, Ketua RT 003, kepada Ayojakarta.com, Minggu (6 September 2020).
Wilayah RT 003 RW 04 di Pisangan Lama itu sempat viral ketika media sosial dan diikuti media arus utama memberitakan keberadaan makam yang berlokasi di jalanan. Kebetulan, makam tersebut persis di depan rumah komedian Abdel Achrian yang terkenal dipanggil Cing Abdel.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?
Kerja bakti yang dilakukan warga RT 003 tidak hanya mengikutsertakan penduduk yang sekarang tinggal di sana. “Mereka yang lahir di sini, seperti keluarganya Cing Abdel, juga kami hubungi untuk meminta bantuan dana. Kenapa bisa begitu, karena kami dulu di sini sudah seperti keluarga besar Pisangan. Jadi sampai sekarang tetap berhubungan baik.”
Kebutuhan dana untuk membangun sarana olahraga secara swadaya itu memang tidak kecil. Totalnya lebih dari Rp20 juta. Boleh dibilang, seratus persen pembangunan sarana olahraga ini dilakukan secara swadaya oleh warga, baik dari sisi tenaga maupun dana.
“Termasuk juga lahan yang digunakan. Kami bersyukur, Pak Ismail dan Pak Achmad Yani sebagai pewaris lahan tersebut mengizinkan tanahnya digunakan untuk kepentingan warga,” ujar Chaerul Ishak, Ketua Panitia pembangunan sarana olahraga tersebut.
Latar belakang pembangunan sarana olahraga tersebut bermula ketika para pengurus RT dan sesepuh di wilayah itu merasa miris melihat banyak anak muda yang menjadikan lahan kosong itu sebagai tongkrongan.
Keluhan seperti itu juga datang dari warga RT 003 dan RT sekitar. Bahkan pernah, suatu ketika, tongkrongan tersebut didatangi aparat kepolisian karena dianggap sebagai tempat peredaran narkotika.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula
“Akhirnya kami membicarakan hal itu dengan tokoh di RT 003 dan juga sesepuh di sekitaran RT kami untuk mencari jalan keluar. Kemudian disepakati untuk menjadikan lahan itu sebagai lapangan bulutangkis dan tenis meja. Sejarahnya dulu, di sana memang pernah menjadi sarana latihan tenis meja,” ungkap Chaerul.
Kerja bakti yang dipelopori warga RT 003 juga mendapatkan sambutan baik dari M. Djunaedi, Ketua RW 04, Kelurahan Pisangan Timur. Apalagi, di wilayah rukun warga tersebut sudah tidak ada lapangan bulutangkis.
“Kami berharap sih Bang Abdel dan Pak Lurah Pisangan Timur hadir pas peresmian kalau lapangan yang kami bangun selesai. Kan yang bangun, itungannya adek-adek-nya Bang Abdel juga,” ungkap Chaerul.
Gotong-royong itu kemudian memunculkan ide-ide lanjutan. Kebersamaan yang sudah dimulai lagi dengan pembangunan sarana olahraga itu ditindaklanjuti dengan rancangan kegiatan silaturahim antarwarga yang akan digelar sebulan sekali.
Kebetulan di RT 03 dan RT04 juga berdiri madrasah yang merupakan wakaf dari keluarga besar sesepuh di wilayah tersebut. Posisinya persis berhadapan dengan lapangan yang sedang dibangun, hanya berjarak sekitar 10 meter.
“Para orang tua menginginkan remaja di wilayah kami bisa memanfaatkan madrasah untuk kegiatan mereka. Apalagi sekarang para remaja itu sudah membentuk Karang Taruna di tingkat RW dan RT,” tutur Chaerul.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan