Jakarta Utara

Ahli ITB Pastikan Operasional RDF Plant Rorotan di Jakut Aman: Teknologi Ini Telah Teruji!

Oleh: Desi Kris Selasa 23 Sep 2025, 12:56 WIB
RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara (Sumber: wika.co.id)

AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungkan Hidup DKI Jakarta kini tengah mempersiapkan pengoperasional RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi pengelolaan sampah di Jakarta.

Diharapan RDF Plant ini bisa segera beroperasi tahun 2025.

Dikutip dari beritajakarta.id, RDF Plant ini beroperasi menggunakan teknologi pengendalian emisi berstandar tinggi yang aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Jadwal dan Live Streaming Presiden Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB ke 80, CEK di Sini

Ahli Teknik Lingkungan ITB, Haryo S Tomo memastikan jika operasional RDF Plant Rorotan aman bagi lingkungan dan masyarakat.

Haryo meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan operasional RDF Plant ini.

Sebab, RDF Plant sudah dilengkapi Air Pollution Control Devices (APCD) dengan konfigurasi menyeluruh untuk mereduksi polutan secara optimal.

Bukan sembarangan, pemasangan unit pengendali dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik emisi secara cermat.

Hal ini dilakukan agar hasil akhir tetap memenuhi baku mutu emisi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Pengalaman Sukses Taspen dalam Jaminan Sosial Jadi Panutan Bagi Kamboja

Nantinya, proses pengeringan sampah menjadi RDF dilakukan secara mekanis melalui pembakaran sebagian produk RDF dengan suhu 800–1.000 °C.

Per hari RDF ini bisa menampung sampai 2.500 ton sampah.

Gas panas hasil pembakaran nantinya akan dialirkan melalui Cyclone, Baghouse Filter, Wet Scrubber, Wet Scrubber tahap 2, Wet Electrostatic Precipitator (Wet ESP), hingga filter karbon aktif sebelum dilepas melalui cerobong.

Menurut haryo sistem ini mampu menangkap partikulat besar hingga halus berukuran mikron.

Baca Juga: Gembar-gembor Gaji ASN Naik, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari: Kenaikkan Belum Dipastikan

Sedangkan Wet Scrubber tahap 1 dan 2 berfungsi untuk mereduksi gas polutan masam melalui reaksi kimia dengan natrium hidroksida.

“Implementasi teknologi ini telah teruji di sektor industri lain. Bahkan pada industri smelting, efisiensi Wet ESP bisa mencapai lebih dari 98 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut haryo mengatakan bahwa filter karbon aktif menyerap senyawa organik, termasuk gas kebauan, sehingga kualitas udara tetap terjaga.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris